• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Info Publik

Terbit Terbatas, Raiy Ichwana Kembali Rilis “Senggang”

16 February
13:06 2020
0 Votes (0)

KBRN, Jakarta : Rilis ulang karya memang tengah menjadi tren di dunia sastra. Banyak penulis yang karyanya sukses diterbitkan dan diterima baik oleh pembaca kembali merilis ulang dalam format lain hingga penyegaran secara tampilan maupun konten.

Langkah ini pun dilakukan oleh Novelis Raiy Ichwana. Ia kembali meluncurkan versi cetak novel Senggang pada 13 Februari lalu.

Sebelumnya, buku yang terbit pada Desember 2016 lalu sudah terbit dalam format cetak dan dijual di sejumlah toko buku. Versi digitalnya pun masih tersedia hingga kini dalam format e-book di Goggle Play.

Kali ini, buku fiksi pertama Raiy terbit secara terbatas. Penerbit Rafferty masih digandengnya untuk menerbitan buku prekuel dari cerita Gama ini.

"Buat yang belum baca Senggang, tapi udah keduluan baca Gama atau mau punya versi cetak ulangnya. Kabar baik, #senggangnovel kembali hadir dengan wajah baru. Dapatkan eksklusif hanya ada 150 cetakan dengan membeli di akun ini,” tulis akun Instagram resmi @semestasenggang.

Penulis Raiy Ichwana mengatakan kali ini novel Senggang hadir dengan cover baru. Bila sebelumnya, menampilkan gambar surealis, Senggang kini hadir dalam wujud simbol.

“Simbolnya “saefi banyu” menjelaskan makna spiritual dari ruh alam bawah sadar kita dan simbolisasi kuno air mata. Kenapa simbol? Karena biar in-line dengan Gama yang juga menampilkan simbol di kavernya,” ungkap Raiy.

“Bagi kalian yang kepo dengan sosok Jastin dan Pak Ego yang disinggung di Gama pastinya harus baca buku ini,” lanjutnya.

Adapun pembeda dari Senggang cetakan baru ini ditambahkan adegan yang tak ada sebelumnya di cetakan lamanya.

Raiy mengatakan, cerita tambahan yang disebutnya sebagai “author’s cut” tersebut ada di bagian menjelang akhir cerita.

"Senggang cetakan lama sebenarnya sudah delapan kali cetak. Nah ini dicetak masih terbatas dan ya, baru dijual di Instagram. Sangat mungkin masuk toko buku lagi,” tutur Raiy.

Adapun Senggang menceritakan tentang seorang mahasiswa bernama Jastin yang dipanggil Jaja yang merasa rapuh usai kehilangan ibunya akibat kecelakaan. Pertemuannya dengan Pak Ego, pembimbing magangnya membangkitkan kembali semangat hidup dan membuka sudut pandang lain baginya akan kehidupan.

Selain itu, Pemerhati Perpustakaan Eko Cahyono menilai Senggang merupakan novel ringan yang memiliki makna dan pesan mendalam.

"Dari cover saja sudah terlihat mengajak pembaca untuk santai sejenak dengan gambar kopi. Akan tetapi ada makna dalam spiritual yang mungkin selama ini diabaikan anak muda," ucap peraih tiga kali penghargaan Kick Andy Heroes ini.

00:00:00 / 00:00:00