• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Ekonomi

Distan Jatim Bantah Pupuk Langka

15 February
18:51 2020
0 Votes (0)

KBRN, Surabaya : Pemerintah Provinsi Jawa Timur, melalui Dinas Pertanian, menjamin pasokan dan stok kebutuhan pupuk bersubsidi bagi petani aman dan tidak akan ada kekurangan. Meskipun alokasi tahun 2020 ini dikurangi.

Kepala Dinas Pertanian Jatim, Hadi Sulistyo mengakui, untuk jatah pupuk bersubsidi di Jatim mengalami pengurangan. Dari 2,9 juta ton pada tahun 2019, tetapi pada tahun 2020 ini, Jatim mendapat alokasi pupuk 1,3 juta ton.

"Kemarin sudah disampaikan pak Menteri, pak Mentan, bahwa pengalokasian pupuk itu sesuai dengan lahan sawahnya," jelasnya, Sabtu (15/2/2020).

Alokasi pupuk tersebut, kata Hadi, telah disesuaikan dengan luas lahan sawah saat ini. Hadi mengatakan, lahan sawah di Jatim saat ini seluas 2,2 juta hektar. Berdasarkan hitungan Distan, kebutuhan pupuk untuk satu hektar sawah, memerlukan 700 kg.

"Kemudian untuk non padi seperti tanaman pangan hortikultura itu sekitar 2 setengah juta hektar, kebutuhan minimal 400 kg per hektar," tuturnya.

Sehingga, Hadi membantah jika ada kelangkaan pupuk. "Wong pupuk itu belum dipakai kok sudah bilang langka, dari mana? Jadi harusnya dipakai dulu yang ada," tegasnya.

Sejumlah pupuk yang telah dialokasikan tersebut, telah disalurkan ke seluruh Kabupaten Kota. Sehingga, kata Hadi, belum bisa dikatakan pupuk langka, karena baru didistribusikan dan belum tahu pemakaiannya seberapa banyak.

"Nah itu dipakai dulu, nanti bulan Maret ini dievaluasi, mana yang kurang, kita ajukan ke pusat," katanya.

Hadi yakin, jika Pemerintah pusat pun juga akan mengevaluasi seluruh provinsi. Provinsi mana yang penggunaan pupuknya tidak optimal, akan dipindahkan ke provinsi yang sangat membutuhkan, termasuk Jawa Timur.

"Jadi yang namanya langka itu tidak ada. Belum dipakai kok bilang langka, hanya mendengar," tandasnya.

Alokasi persediaan itu, tutur Hadi perlu disampaikan kepada masyarakat, bahwa tidak ada kelangkaan pupuk. Distan menjamin, kalau ada kekurangan, pihaknya akan mengajukan ke pusat.


tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00