• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Ekonomi

Ma'ruf Amin Tekankan Aspek Sosial Terhadap Pengembang Properti

15 February
14:35 2020
0 Votes (0)

KBRN, Jakarta : Wakil Presiden RI, Ma'ruf Amin meminta pembangunan rumah bagi anak muda atau milenial mesti mengedepankan berbagai aspek sosial. Hal tersebut ditujukan Amin kepada seluruh pengembang properti di Indonesia.

"Konsep pengembangan perumahan milenial dengan mengedepankan budaya kebersamaan, saling mengawasi dan religiusitas perlu dipertahankan. Sehingga, potensi pengembangan paham-paham yang menyimpang, radikalisme, dapat dicegah untuk muncul," kata Ma'ruf Amin saat berpidato membuka Indonesia Properti Expo (IPEX) Tahun 2020 di JCC Senayan Jakarta, Sabtu (15/2/2020). 

Dia juga meminta para pengembang tidak hanya mengutamakan konsep modernitas dalam membangun hunian baru bagi para milenial. Kondisi lingkungan juga harus diperhatikan dalam proses pembangunannya.

Selain itu, pembangunan juga harus memerhatikan analisis dampak lingkungan (amdal). Ma'ruf juga meminta para pengembang menciptakan hunian dengan sanitasi dan air bersih, khususnya bagi perumahan untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

"Saya minta kepada para pengembang perumahan, baik untuk MBR maupun non-MBR, harus memperhatikan ketersediaan air bersih dan sistem sanitasi yang baik dalam pembangunan rumah," terang Ma'ruf.

Instalasi air bersih dan sanitasi itu dikatakannya, turut memengaruhi kualitas pertumbuhan balita dan anak-anak yang tinggal di perumahan tersebut. Terutama, dalam upaya menurunkan angka kekerdilan pada anak atau stunting

Pemerintah, kata dia, memiliki ambisi untuk menurunkan angka stunting nasional dari 27,67 persen di 2019 menjadi 14 persen di 2024.

"Ketersediaan air bersih dan sistem sanitasi yang baik berpengaruh pada risiko stunting yang harus kita tekan bersama angkanya untuk kebaikan generasi yang akan datang. Oleh karena itu, kita semua harus membantu termasuk juga program penyediaan rumah yang mengarah untuk memperkecil stunting," kata Ma'ruf.


tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00