• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Nasional

Rumah Pintar Pemilu Digital Era Transparansi dan Edukasi Pemilu

15 February
12:35 2020
0 Votes (0)

KBRN, Mataram : Rumah Pintar Pemilu (RPP) yang telah digagas oleh pihak Komisi Pemilihan Umum (KPU) sejak tiga tahun lalu dihajatkan sebagai ajang untuk transparansi dan pendidikan kepemiluan kepada masyarakat.

Namun RPP yang selama ini berada di setiap kantor KPU baik ditingkat provinsi maupun Kabupaten/ Kota masih dalam bentuk manual.

Karena itu guna mengikuti perkembangan zaman dan teknologi maka RPP dibuat dalam bentuk digital.

"Maka dari itu, RPP Digital yang ada di KPUD NTB merupakan pilot projek dari 10 KPU se Indonesia," kata, Ketua KPU RI Arif Budiman, pada Peluncuran Rumah Pintar Pemilu (RPP) KPU NTB, Sabtu (15/2/2020).

Ia mengatakan,  program RPP merupakan program yang sudah digagas oleh KPU sejak tiga tahun lalu dan RPP itu sudah ada di semua kantor KPU baik di Provinsi maupun Kabupaten/Kota.


"Karena perkembangan zaman dan teknologi yang semula manual maka sekarang kita tingkatkan menjadi digital,"ucapnya.

Maka dari itu pada tahun ini pilot projek baru di 10 provinsi dan akan terus dikembangkan.

"RPP ini sebagai bentuk transparansi dan pendidikan kepemiluan kepada masyarakat," imbuhnya.

Arif Budiman menyatakan bahwa Komisi Pemilihan Umum (KPU) juga memiliki terobosan terkait dengan RPP karena tidak hanya dibangun di kantor kantor KPU namun juga  ditaman wisata.

Saat ini untuk pembentukan RPP di taman wisata baru di dua lokasi yaitu di Provinsi DIY dan Jatim Park.


Sementara itu Ketua KPU NTB Suhardi Soud mengatakan, RPP yang saat ini diluncurkan, sebelumnya manual dan sekarang telah menjadi RPP digital.

"Dengan  adanya RPP digital ini bisa mendekatkan   stakeholder pemilu bahwa pemilu itu tidak jauh namun menjadi dekat,"ucapnya.

Dikatakannya bahwa masuknya KPU NTB sebagai salah satu dari 10 pilot projek RPP digital itu tidak mudah. Namun karena pada pemilu 2019 KPU NTB mendapatkan empat penghargaan (award) termasuk keterbukaan informasi.

Asisten II Setda NTB Ridwansyah yang mewakili Gubernur menyampaikan, RPP ini menjadi inspirasi bagi daerah lain terlebih kabupaten kota di NTB sebagai dukungan untuk kesuksesan penyelenggaraan pemilu.

Pemerintah provinsi bahkan akan memberikan suport yang tinggi untuk kelancaran demokrasi.

"Intinya pemrov satu kata dalam menyukseskan tugas KPU pada pilkada yang akan datang. Baik dalam suport anggaran, koordinasi dan suport - suport yang lain," ungkapnya.

"Karena tahun ini kita tidak punya pilihan sebab ketika kita ingin menjadikan NTB ini gemilang maka pilkada di tujuh kabupaten kota harus disukseskan," sambungnya.

Dijadikannya KPU NTB sebagai pilot projek RPP dari 10 KPU di tanah air lanjutnya, membuktikan bahwa KPU NTB memiliki prestasi yang membanggakan.

Sukses tidaknya penyelenggaraan pilkada mendatang adalah bagaimana tingkat partisipasi pemilih.

"Nah tingkat partisipasi pemilih yang sudah baik pada pilkada atau pemilu sebelumnya untuk terus ditingkatkan bukan hanya partisipasnya tetapi pemahaman dan pembelajaran pemilu melalui rumah pintar pemilu," tandasnya.

Ditempat yang sama Bupati Lombok Timur Haji Muhammad Sukiman Azmy menyatakan, pemberian tahan seluas 44 are dihibahkan kepada KPU Lombok Timur bukti dukungan yang diberikan.

Dukungan itu tidak hanya diberikan kepada KPU tetapi juga Bawaslu selaku penyelenggara. Tanah seluas 1000 M2 juga diberikan kepada badan pengawas pemilu tersebut.

"Semua ikhtiar ini diharapkan memberikan manfaat sebesar - besarnya bagi kelancaran pelaksanaan KPU untuk demokrasi yang berdaulat," tegasya.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00