• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Cabor

Angkat Berat Bali Bersiap Raup Peluang Medali PON

15 February
08:58 2020
1 Votes (5)

KBRN, Singaraka : Menyongsong perhelatan multi event dua tahunan, Porprov Bali XV di Kabupaten Badung, Pengprov Angkat Besi, Angkat Berat dan Binaraga Seluruh Indonesia (PABBSI) Bali mulai pasang ancang-ancang, guna menyukseskan pelaksanaan cabang binaraga dan angkat berat.

Kabid Angkat Berat PABBSI Bali, I Nyoman Ari Suryawan, saat menggelar sosialisasi di Sekretariat PABBSI Buleleng. Ia mengatakan, khusus cabang angkat berat, akan dilombakan untuk pertama kalinya pada Porprov Bali 2021 nanti.

Guna mempersiapkan para atlet angkat berat, menurut Ari Suryawan, perlu dilakukan pengenalan teori dan teknik kepada seluruh pengurus kabupaten/kota, mengingat cabang ini juga merupakan ladang medali pada Pekan Olahraga Nasional.

“Kita harapkan untuk cabang olahraga angkat berat ini kita pertandingkan, karena kenapa? Karena di PON itu ada limabelas nomor yang dipertandingkan. Selama ini, sekian puluh tahun dah bilang kita di PABBSI tidak begitu maksimal untuk cabang olahraga angkat berat ini. Melihat potensi medali yang besar yang jumlahnya limabelas nomor dipertandingkan, sedangkan daerah yang mengikuti itu sedikit, kita melihat peluang disitu, makanya kita ingin mengembangkan olahraga angkat berat ini,” ucapnya.

Ari Suryawan menambahkan, secara prinsip latihan untuk cabang olahraga yang terhimpun di PABBSI yakni angkat besi, angkat berat dan binaraga rata-rata sama, hanya saja cara mengangkat dan penilaian masing-masing cabang berbeda. Pada cabang angkat berat atlet dokus pada power atau tenaga, jadi yang dilatih adalah adalah kekuatan kaki dan kekuatan dada.

Menurut rencana, sosialisasi angkat berat akan dilaksanakan ke seluruh pengkab/pengkot PABBSI di Bali hingga pertengahan Maret nanti dan untuk selanjutnya dilaksanakan kejuaraan sebagai bahan evaluasi. Program ini diharapkan dapat memperkaya SDM pada cabang angkat berat, tidak hanya atlet namun juga pelatih dan juri/wasit. 

Peraih medali emas di kelas 60 kg pada cabang binaraga Porprov Bali 2015 lalu, Putu Mahardika mengakui, perubahan gaya latihan tentu menjadi tantangan ketika atlet binaraga beralih ke angkat berat. Namun dibanding binaraga, cabang angkat berat lebih mudah karena pola latihannya hanya fokus pada kekuatan dan berat badan ideal.

“Setiap olahraga pasti punya titik dimana dia perlu latihan sangat berat, cuma enaknya kan disitu, di angkat berat kita tinggal maintain berat aja, sedangkan kalau di binaraga, diet-nya itu yang gila berat banget, karena itu kan 24 jam,” jelasnya. 

Sementara itu, dengan dipertandingkannya cabang angkat berat pada Porprov Bali 2021 nanti, menurut Ketua Umum PABBSI Buleleng, Made Widiasa Pasputra, akan menjadi peluang panen medali.

“Jadi di angkat berat ini akan ada 3 jenis angkatan nanti yang akan dinilai yaitu adalah bench press, dead lift dan juga squat. Dari KONI Badung juga berencana, angkat berat pada setiap kelasnya akan memperebutkan 2 medali emas, yaitu adalah sub total dan juga total angkatan,” terangnya.  

Widiasa Pasputra menambahkan, sesuai hasil munaslub PB PABBSI pada 19 Desember 2019 lalu, PABBSI telah resmi memisahkan diri menjadi 3 cabang olahraga, yakni Angkat Besi menjadi PABSI, Angkat Berat menjadi Pangbi dan Binaraga menjadi FBFI. Pemisahan tersebut berlaku mulai 1 November 2020, seusai pelaksanaan PON XX di Papua.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00