• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Kumham

Pakar : WNI Eks ISIS Masih Berhak Atas Status Kewarganegaraan

15 February
08:37 2020
1 Votes (5)

KBRN, Jakarta: Presiden secara tegas menolak untuk pemulangan Warga Negara Indonesia Eks ISIS ke Indonesia. Namun hal tersebut dinilai bahwa setiap orang berhak untuk memiliki atau mau kembali lagi ke Indonesia.   

Pakar Hukum Pidana Universitas Trisakti, Abdul Fikar Hajar mengatakan bahwa sebenarnya seseorang yang belum mendapatkan kewarganegaraan dari negara lain, maka mereka masih dianggap sebagai warga Indonesia. 

"Jika mereka belum mendapatkan identitas berupa paspor atau sebagainya maka sebenarnya dirinya masih dianggap sebagai warga Indonesia," kata Fikar kepada RRI, Sabtu (15/2/2020).

Jadi menurut Fikar, selama mereka masih berstatus WNI maka Indonesia sendiri masih berkewajiban atas mereka. Walaupun mereka sudah masuk pada sekelompok pemberontak.

"Yang masuk ke kelompok pemberontak itu kan laki-lakinya untuk anak anak dan istrinya kan tidak maka sebenarnya harus ada lagi yang dipertimbangkan mengenai hal ini oleh pemerintah," jelas Fikar.

Sebenarnya siapapun yang ingin menjadi warga negara Indonesia itu berhak untuk mendapatkan status kewarganegaraan, sekalipun itu WNA atau Eks ISIS. Tetapi hal tersebut harus didasari dengan aturan yang ada di Indonesia dan harus bersedia mematuhi aturan tersebut.

"Semuanya punya hak untuk memiliki status sebagai warga negara Indonesia mau itu warga asing maupun warga yang sudah masuk pada ISIS sekalipun," pungkasnya. (Foto:istimewa)

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00