• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Nasional

Siti Fadilah Dibutuhkan untuk Perangi Virus Novel Corona

15 February
07:56 2020
1 Votes (3)

KBRN, Jakarta : Indonesia dinilai membutuhkan tim politik kesehatan yang kuat untuk menghadapi ancaman virus novel corona. Hal itu sebagaimana saat menghadapi wabah flu burung beberapa tahun lalu. 

Wakil Ketua Umum Partai Golkar, Azis Syamsuddin mengatakan, tim tersebut berguna untuk menyusun contigency plan menghadapi virus novel corona atau sebuah rencana untuk membuat suatu panduan dan dokumentasi atas suatu kejadian yang tidak terduga. Contigency plan itu sebagai dokumentasi dasar terhadap tanggap darurat dalam upaya pemulihan perencanaan. Sosok Siti Fadilah yang telah berpengalaman dalam mengatasi wabah virus flu burung menurut dia layak mengisi jajaran tim tersebut. 

"Dulu saat menghadapi flu burung, Siti Fadilah menghadapi secara politik bukan sekedar teknis kesehatan," katanya melalui keterangan yang diterima, Sabtu (15/2/2020).

Oleh karena itu, lanjutnya Siti Fadilah sangat dibutuhkan untuk kembali bisa membantu pemerintah dalam menghadapi berbagai kemungkinan akibat virus Novel Corona.

"Hanya politik kesehatan Siti Fadilah yang pernah menghadapi operasi flu burung yang mematikan ratusan rakyat Indonesia," tegasnya.

Sebelumnya Siti Fadilah lantang membantah tudingan beberapa negara yang menyatakan kalau Indonesia tidak mampu mendeteksi keberadaan virus Novel Corona, karena sampai saat ini belum ditemukan kasusnya. Sementara negara tetangga lainnya sudah mulai terjangkit. 

“Tuduhan itu tidak benar. Saya yakin Indonesia mampu mendeteksi virus Corona. Karena Indonesia memiliki banyak ahli yang mampu. Jadi kita gak perlu takut. Kalau dinyatakan belum ada yang karena memang belum ada temuan kasus virus Corona di  Indonesia,” tegas Siti dari Pondok Bambu, Jakarta.

Diyakini Siti, Kementerian Kesehatan dan beberapa ahli virus saat ini pasti sedang bekerja keras memastikan tidak ada pasien virus Corona. Karena ini adalah persoalan keselamatan seluruh rakyat Indonesia.

“Ada Prof. Sangkot Marzuki, ada Prof. David Mulyono dan Prof. Nidom dan ada banyak lagi ahli yang berpengalaman dibidang virologi dan microbiologi,” urainya.

Siti juga menegaskan bahwa laboratorium yang ada di Indonesia sudah cukup berpengalaman dalam mendeteksi penyakit menular. Makanya, untuk mendeteksi Corona tidaklah terlampau sulit. 

“Laboratorium di Indonesia lengkap. Ada Laboratorium Eijkman, ada laboratorium Balitbangkes, ada laboratorium Universitas Airlangga. Ada labotaorium Universitas Indonesia. Lewat uji klinis dan dengan tes PCR (Polymerase Chain Reaction) virus Corona sudah akan terdeteksi” bebernya.

Lebih lanjut Siti Fadilah menceritakan tentang pengalaman dia saat menghadapi wabah Flu Burung (H5N1) yang lebih mematikan ketimbang Corona. Saat itu para ahli dan laboratorium Indonesia bisa mendeteksi dan mengatasi wabah yang sempat merebak ke beberapa wilayah.

“Flu burung saja yang lebih mematikan bisa dulu kita hadapi, apalagi virus Corona. Jadi yakinlah, bahwa memang belum ada virus Corona di Indonesia. Menkes Terawan pasti bisa memimpin kita menghadapi ancaman virus Corona,” tegasnya.

Maka dari itu, diminta Siti agar pemerintah dan masyarakat tidak perlu panik dengan tuduhan yang tidak berdasar tersebut.

“Karena orang Indonesia sendiri memiliki daya tahan tubuh lebih kuat. Ini sudah dibuktikan waktu menghadapi Flu Burung H5N1,” pungkas Siti. (Foto: Antara/Sigid Kurniawan/aww/17)

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00