• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Nasional

Soal WNI eks ISIS, Ini Kata Pengamat Alto Luger

14 February
23:14 2020
4 Votes (4.3)

KBRN, Jakarta: Pengamat Konflik dan Teroris Timur Tengah Alto Luger menilai, adanya kekhawatiran pemerintah yang memutuskan untuk tidak memulangkan Warga Negara Indonesia (WNI) mantan kelompok teroris ISIS berstatus Foreign Terrorist Fighters (FTF) untuk mencegah masuknya paham radikalisme, dan menyebarkannya ke WNI yang berada di Indonesia merupakan hal yang keliru.

Alto yang pernah berdomisili di negara Iraq tersebut menjelaskan bahwa dalam perjalanannya WNI menuju wilayah Timur Tengah, bukan dikarenakan adanya penyebaran pemahaman radikalisme yang digaungkan kelompok teroris ISIS di Timur Tengah, namun dikarenakan pada saat berangkat menuju kawasan Timur Tengah, para WNI tersebut telah mencintai pemahaman ideologi khilafah yang dipelajari saat berada di Indonesia.

"Jadi begini mereka (WNI eks ISIS) itu sebelum berangkat ke Syuriah untuk bergabung dengan ISIS, mereka itu udah radikal di Indonesia, mereka itu berangkat karena mereka sudah ada kecintaan terhadap ide kekhilafa'an yang didengungkan oleh ISIS. Jadi orang-orang ini bukan orang-orang yang pada saat berangkat itu dengan misi nasionalis dan sampai di Iraq atau Syuriah itu baru mereka menjadi radikal nggak," jelas Alto Luger kepada Reporter RRI, di Jakarta (14/2/2020).

Baca juga : WNI Eks ISIS Tak Jadi Pulang Dinilai Tak Menyelesaikan Masalah

Dengan begitu, Alto membeberkan penyebab perginya para WNI dari Indonesia untuk bergabung dengan kelompok teroris, dikarenakan adanya penyebaran paham radikalisme di Indonesia yang masih cukup luas.

"Artinya masalahnya ada di Indonesia, masalahnya bukan disana. Masalahnya mereka udah radikal dulu didalam negara baru mereka keluar," tambahnya lagi.

Pengamat Konflik dan Teroris Timur Tengah, Alto Luger juga mengatakan bahwa dengan adanya keputusan pemerintah untuk tidak memulangkan WNI eks kelompok teroris ISIS tersebut merupakan sebuah keputusan yang tidak menyelesaikan masalah.

Ia menuturkan bahwa seharusnya pemerintah terlebih dahulu melakukan penelusuran mendalam terkait penyebab adanya proses perkembangan paham radikalisme yang berada di dalam negeri, terhadap ratusan WNI yang telah meninggalkan tanah air untuk bergabung dengan kelompok teroris ISIS.

"Menurut saya langkah yang seharusnya pemerintah lakukan adalah melakukan assessment dulu, assessment terhadap WNI yang ada diluar ini, khusus untuk 680an WNI yang masih berada disana. Jadi bisa tau orang-orang ini (baca: WNI eks ISIS) sebenarnya dia pergi karena apa? Penyebabnya bagaimana? Bagaimana dia di jaring di Indonesia?" papar Alto kembali.

Selain untuk memastikan penyebab keluarnya ratusan WNI eks ISIS yang berada dikawasan Timur Tengah dan tergabung dalam kategori Foreign Terrorist Fighters (FTF) tersebut. Lebih lanjut Alto menyatakan bahwa adanya hasil penelusuran tersebut juga dapat dijadikan Pemerintah Indonesia untuk menentukan status kewarganegaraan WNI eks ISIS, bukan hanya berdasarkan asumsi pemerintah.

"Jadi status orang itu (baca: WNI eks ISIS) ditentukan oleh hasil assessment, bukan karena hasil asumsi," pungkas Pengamat Konflik dan Teroris Timur Tengah Alto Luger.

(Foto 1: Antara)

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00