• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Info Publik

Sejumlah Generasi Muda Diajak Lakukan Kegiatan Positif di Hari Valentine

14 February
21:42 2020
0 Votes (0)

KBRN, Medan : Banyak kasus kekerasan seksual terhadap perempuan dan anak tidak terungkap dan terselesaikan karena kurangnya pemahaman dan rasa malu, sebab kekerasan seksual masih dianggap sebagai aib.

Ironisnya, kekerasan seksual justru banyak terjadi pada moment hari valentine atau hari kasih sayang, yang diperingati setiap tanggal 14 Februari.

Untuk mengedukasi para perempuan, khususnya para pelajar dan generasi muda yang sering merayakan valentine's day, sejumlah komunitas perempuan menggelar kegiatan untuk memperingati Hari Anti Kekerasan Seksual Terhadap Perempuan, di Taman Ahmad Yani Medan, Jumat (14/2/2020).

Kegiatan yang diinisiasi Pesada dan sejumlah komunitas perempuan lainnya, antara lain Forhati, PGSA UINSU, Saya Perempuan Anti Korupsi (SPAK) Sumut, dan Forum Jurnalis Perempuan Indonesia (FJPI), mengambil tema "Stop Perkawinan Anak dan Dini Menuju Zero Violence Terhadap Perempuan Demi Mendorong Kepemimpinan Perempuan".

Koordinator Pesada Wilayah Humbang Hasundutan dan Tapanuli Tengah, Berliana Purba mengatakan, kegiatan tersebut dilakukan karena pihaknya melihat angka kekerasan seksual yang dialami oleh perempuan sangat tinggi.

"Sebenarnya kasus kekerasan ini seperti fenomena gunung es, lebih banyak lagi yang tidak kelihatan dan tidak terselesaikan. Banyak persoalan kekerasan seksual di sebagian masyarakat diselesaikan secara adat, didamaikan, karena tidak berani melaporkan kepada pihak yang berwajib dengan berbagai faktor," ujarnya.

Dikatakan Berliana, masih banyaknya perempuan enggan melaporkan kasus kekerasan seksual, kemungkinan karena ketakutan kepada pihak yang berwajib. Selain itu juga karena ketidakberdayaan dan ketidakpahaman mereka tentang hukum.

"Jadi, ini juga menjadi momen bagi kita sekaligus kampanye kepada seluruh perempuan agar bergandengan tangan untuk menghapus segala bentuk kekerasan terhadap perempuan," ucapnya.

Ia mengungkapkan, berdasarkan hasil pendampingan Women Crisis Center Pesada, pada tahun 2019, ada 157 kasus kekerasan terhadap anak di Sumatera Utaa.

Ainun Mardiah dari SPAK Sumut menambahkan, kegiatan itu diselenggarakan untuk mengajak para generasi muda melakukan kegiatan positif di hari valentine.

"Sebagai organisasi perempuan, kita harus saling bergandeng tangan untuk terus berjuang menyelamatkan generasi-generasi kita kedepan," ujarnya.

Ketua Forhati Sumut, Peranita Sagala mengatakan, di hari valentine, banyak terjadi kekerasan seksual terhadap anak perempuan dikarenakan adanya pemaksaan dari pasangannya.

Sementara Ketua FPJI Sumut, Lia Anggia Nasution, menuturkan, sebagai wadah jurnalis perempuan, FJPI selama ini ikut mendukung penuntasan kasus kekerasan terhadap perempuan melalui pemberitaan, dengan harapan dapat mengungkap kasus kekerasan seksual dan membawa pelakunya ke ranah hukum sehingga memunculkan efek jera.

Peringatan Hari Anti Kekerasan Seksual Terhadap Perempuan itu diisi dengan berbagai kegiatan, seperti bedah kasus, women talks, games, baca puisi, dan teatrikal dari berbagai organisasi dan dampingan jaringan perempuan.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00