• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Kumham

Kejagung Terus Kena Demo Akibat Novel Baswedan Belum Diproses Hukum

14 February
20:23 2020
0 Votes (0)

KBRN, Jakarta : Nama Novel Baswedan kembali membahana di salah satu ruas jalan kota Jakarta. Gerakan Aktivis Indonesia (GAI) yang di dalamnya mahasiswa dan pemuda Aksi Jilid VI mendatangi Kejaksaan Agung (Kejagung) Republik Indonesia (RI).

Mereka menuntut Kasus Bengkulu/Burung Walet yang melibatkan Novel Baswedan sebagai seorang perwira polisi kala itu masih menggantung hingga saat ini. Kejagung RI dinilai bertanggung jawab atas hal itu.

“Kami sudah enam kali menggelar aksi demonstrasi untuk mendesak jaksa agung segera memproses kembali Novel Baswedan terkait kasus sarang burung walet," jelas Farhan Fauzan dari GAI melalui keterangan resminya kepada RRI, Jumat (14/2/2020).

Menurutnya, penghentian kasus tersebut oleh Kejaksaan Agung tidak adil bagi para korban, karena banyak yang mengetahui korban dari dugaan penganiayaan pencuri sarang burung walet yang melibatkan Novel kala itu adalah ada dan nyata. Tapi kenapa dihentikan?

“Ini tidak adil buat para korban. Oleh karena itu kami meminta kepada jaksa agung yang baru untuk berani membuka kembali kasus Novel Baswedan,” sambung Farhan.

BACA JUGA: Kejagung Terancam Demo Besar Jika Novel Baswedan Tidak Diproses Hukum

Farhan mengingatkan, Novel sebenarnya fair saja, karena baru-baru ini yang bersangkutan intens sekali meminta kepada kepolisian untuk menangkap para pelaku penyiraman air keras terhadap dirinya. Dan dengan baik, polisi berhasil menyelesaikan tugasnya itu dengan menangkap pelakunya.

"Sekarang giliran Novel Baswedan yang harus diproses akibat perbuatannya," tegas Farhan dalam orasinya tadi sore.

“Equality Before the Law adalah konsep Universal (berlaku dimana saja), secara Universal Equality Before the Law sudah menjadi prinsip hukum dan kenegaraan yang mensyaratkan adanya hukum dan diberlakukan bagi setiap orang, ingat itu," tandasnya.

Permasalahan yang Membelit Novel Baswedan

Perihal penembakan terhadap para pencuri sarang burung walet yang diduga dilakukan Novel pada 2004 lalu. Novel yang saat itu menjabat Kasatreskrim Polres Bengkulu memimpin anak buahnya untuk menangkap kelompok pencuri sarang walet.

Dalam proses itu, disebutkan ada aksi penembakan yang kemudian membuat Novel menjalani pemeriksaan etik di Polres dan Polda Bengkulu. Novel lalu dikenai sanksi teguran, namun tetap menjabat sebagai Kasatreskrim. Demikian dilansir CNN Indonesia, Kamis (14/11/2019).

Kasus penembakan itu sempat mencuat kembali pada 2012, ketika Novel menangani kasus korupsi proyek simulator untuk Surat Izin Mengemudi (SIM) yang menyeret mantan Kakorlantas Irjen Pol Djoko Susilo. Novel kembali ditetapkan sebagai tersangka dugaan penganiayaan.

BACA JUGA: Ribuan Pendemo KOMPAK Tuntut Novel Baswedan Diadili

Namun lantaran menimbulkan kegaduhan antara Polri dengan KPK, Presiden RI kala itu, Susilo Bambang Yudhoyono turun tangan. Kasus dugaan penganiayaan yang dilakukan Novel pun 'hilang'.

Selang tiga tahun kemudian, usai KPK menetapkan Kepala BIN Jenderal Budi Gunawan sebagai tersangka, kasus Novel itu kembali dibuka. Novel bahkan sempat ditangkap di rumahnya pada Mei 2015 karena dianggap tak kooperatif.

Seiring berjalannya waktu, kasus Novel ini akhirnya dihentikan Kejaksaan Agung. Penghentian kasus Novel ini berdasarkan Surat Ketetapan Penghentian Penuntutan (SKPP) Nomor B 03/N.7.10/Eo.1/02/2016, yang dikeluarkan Kejaksaan Negeri Bengkulu.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00