• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Info Publik

Banyuwangi Kirim 20 Ribu Masker ke Hongkong

14 February
20:13 2020
0 Votes (0)

KBRN, Banyuwangi : Pemkab Banyuwangi mengirim bantuan sebanyak 20 ribu masker untuk pekerja migran Indonesia (PMI) asal Banyuwangi yang bekerja di Hongkong.

Bantuan masker ini sebagai proteksi dini bagi warga Banyuwangi terhadap penularan virus corona, yang saat ini mulai merambah keberbagai negara.

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengatakan, pengiriman masker tersebut atas permintaan PMI Banyuwangi di Hongkong yang mengeluhkan kelangkaan stok masker di sana, dan mereka sangat membutuhkan masker tersebut untuk mengantisipasi penyebaran virus corona.

“Mereka mention ke medsos saya dan bilang kalau butuh masker, karena di sana sulit sekali mendapatkan masker, kalau pun ada harganya sangat mahal, bisa mencapai Rp 1 juta per box. Makanya, hari ini kita kirim masker untuk mereka,” kata Anas, Jum'at (14/2/2020).

Bupati Anas menjelaskan, jumlah masker yang dikirim kali ini sebanyak 400 boks atau sekitar 20.000 buah. Masker tersebut dikirimkan kepada Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Hongkong melalui PT. Pos Indonesia, dan diperkirakan akan sampai di Hongkong lima hari ke depan, yang selanjutnya Ikatan Keluarga Besar Banyuwangi (Ikawangi) di Hongkong yang akan mendistribusikan masker-masker tersebut kepada PMI Banyuwangi.

“Kita akan komunikasikan kembali dengan ikawangi di Hongkong, apakah ini sudah cukup apa belum. Nanti secara bertahap akan kita kirim kembali,” terang Anas.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial dan Ketenagakerjaan Banyuwangi, Alam Sudrajat, menambahkan jumlah PMI Banyuwangi di Hongkong sekitar 20.000 orang. Dari jumlah tersebut, sampai saat ini dipastikan belum ada konfirmasi PMI Banyuwangi yang terinfeksi virus corona.

“Alhamdulillah, seluruh PMI kita di Hongkong sampai detik ini belum ada yang dilaporkan terpapar virus corona. Semoga kondisinya terus baik seperti ini,” tutup Alam.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00