• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Daerah

Akibat Kasus Bullying, Masih Laikkah Malang Menyandang Kota Layak Anak?

14 February
15:30 2020
0 Votes (0)

KBRN, Malang : Kasus bullying atau perundungan berujung kekerasan yang menimpa MS (13) di salah satu SMPN telah mencoreng dunia pendidikan Kota Malang. Ironis, peristiwa yang dilakukan teman sekolah korban ini terjadi di daerah yang punya predikat Kota Layak Anak (KLA). Kasus kekerasan terhadap anak di Kota Malang kali ini bukanlah yang pertama.

Pada awal 2019 lalu, dunia pendidikan Kota Malang digegerkan dengan kasus pencabuan yang dilakukan guru Sekolah Dasar (SD) pada sejumlah siswanya. Kemudian kasus kekerasan seorang motivator pada sisw SMK. Belum lagi kasus kekerasan ayah tiri pada Agnes Arnelita. Kejadian ini membuat balita tiga tahun itu tewas dengan luka di tubuhnya.

Menanggapi hal ini, komisioner dari Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Retno Listyarti menilai, selama ini Kota Malang merupakan KLA dengan level madya. Untuk bisa naik ke level utama membutuhkan proses yang cukup panjang. 

“Kota Layak Anak ini bukan berarti zero masalah. Tetapi bagaimana kita melihat penanganan suatu daerah terhadap kasus kekerasan anak, apakah layak naik ke level utama,” kata Retno, Jumat (14/2/2020). 

Melihat kasus bullying yang dialami MS, KPAI pun merasa prihatin. Pasalnya, kasus ini melibatkan anak-anak baik sebagai korban maupun pelaku. Tak hanya trauma psikis, korban juga mengalami luka hingga amputasi salah satu jari tangan kanannya. 

“Kami hadir di Malang bukan hanya untuk melihat bagaimana proses penanganannya, tetapi bagaimana upaya pencegahan, serta penanganan kasus ini. Bagaiamana pemulihan korban, serta hak rehabilitasi bagi pelaku agar kasus seperti ini tidak terulang lagi,” ujarnya. 

Menanggapi itu, Walikota Malang Sutiaji meyakini kejadian ini pasti akan berpengaruh dalam penilaian Kota Layak Anak. Pihaknya menyayangkan adanya tindakan kekerasan yang terjadi di lingkungan sekolah.

"Ini mesti berpengaruh pada penilaian Kota Layak Anak. Mudah-mudahan ini tidak menjadikan bobot Kota Layak Anak berkurang," ungkap Sutiaji. 

Ia berharap, kasus-kasus kekerasan terhadap anak tidak akan pernah terjadi lagi di Kota Malang. Sehingga pembinaan bagi semua sekolah untuk bisa memberikan tempat pengajaran yang sesuai, aman dan nyaman bagi siswa sekolah bisa semakin dikuatkan.

"Dengan kejadian ini, seharusnya ada tidak ada kejadian maka harus dilakukan pembinaan," tandasnya. 

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00