• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Ekonomi

Jelang Galungan di Bali, Pedagang Hiasan Penjor Berburu Rejeki

14 February
15:17 2020
0 Votes (0)

KBRN, Denpasar : Bila menyebut Hari Raya Galungan dan Kuningan, masyarakat Bali tidak bisa lepas dari kewajiban membuat penjor untuk ditancapkan di depan gang rumah.

Bambu melengkung panjang yang dihiasi janur dan hasil-hasil bumi tersebut menurut kepercayaan umat Hindu merupakan simbol keagungan atas kemenangan dharma atau kebaikan melawan adharma atau keburukan.

Dikarenakan penjor memiliki arti penting, secara otomatis menjelang Hari Raya Galungan 19 Februari ini, warga Hindu Bali pun mulai berburu hiasan penjor. Momen ini menjadi sumber rejeki pula bagi para pedagang hiasan penjor, salah satunya Gusti Ketut Alit Putra.

“Hiasan penjor yang banyak dicari itu model gelung-gelungan dan balon-balonan. Ini mulai banyak dicari menjelang penampahan. Kalau pasokan barang saya ada buat sendiri tapi ada juga yang beli,” ujarnya saat ditemui RRI, Jumat (14/2/2020).

Pedagang asal Banjar Kelandis, Denpasar Timur itu mengatakan, meski hiasan penjor diburu masyarakat, namun dirinya tetap memberikan harga terjangkau.

Ia mencontohkan hiasan jenis kolong-kolong dijual dengan harga Rp. 25 ribu, hiasan balon Rp. 25 ribu hingga Rp. 60 ribu tergantung motifnya.

“Untuk harga tetep stabil seperti dulu. Kolong-kolong Rp. 25 ribu, balonnya Rp. 25 ribu juga, ada yang Rp. 60 ribu juga, itu tergantung jenisnya”, paparnya.

Gusti Ketut Alit Putra menambahkan saat ini dirinya menyediakan stok cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Terkait jenis dan kualitas juga beraneka ragam, mengingat permintaan masyarakat juga tidak sama. Terkadang ada warga yang menghias penjor secara sederhana, namun ada juga yang sengaja membeli hiasan penjor kualitas super.

  • Tentang Penulis

    Ni Putu Nirawati

    Isi Kontak Person Anda disini <strong>email, FB, Twitter</strong>, dll<br /><br />

  • Tentang Editor

    Heri Firmansyah

    Redaktur RRI-Online

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00