• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Nasional

Ekonom: Draf RUU Omnibus Law Sembunyi-Sembunyi, Menandakan Cacat Prosedur

14 February
14:53 2020
0 Votes (0)

KBRN, Jakarta : Ekonom dari Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Enny Sri Hartati mengatakan, kesulitan mendapatkan Draf Omnibus Law Cipta Lapangan Kerja yang resmi dari pemerintah, menandakan RUU cacat prosedur.

"Kita agak kesulitan beberapa hari terakhir ini mendapatkan draf yang bener-benar resmi dari pemerintah. Ini menunjukkan pembahasan RUU ini menurut saya memang penuh dengan cacat prosedur. Mestinya memang kebijakan publik, seluas-luasnya justru diseminasikan pada masyarakat sedini mungkin. Supaya mendapatkan masukan, bukan dilakukan sembunyi-sembunyi begini," ungkap Enny pada Pro3 RRI Jumat (14/2/2020).

Enny menyebut yang terjadi justru stakeholder ataupun kementerian terkait yang ikut melakukan pembahasan, justru tidak memiliki drafnya.

"Kalau tertutup masih mending. Ini yang diajak berdiskusi yang diundang tidak punya drafnya, makanya menurut saya ini 
ini sembunyi-sembunyi," ungkapnya.

Sebelumnya, Pemerintah secara resmi menyerahkan Surat Presiden (Supres), draf dan Naskah Akademik RUU Cipta Kerja kepada Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), pada Rabu (12/2/2020) lalu

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto beralasan draf baru diserahkannya karena menyesuaikan waktu antara pemerintah dan DPR.

“Semuanya sudah dilengkapi. Tentunya pemerintah menyerahkan kepada DPR untuk diproses dengan mekanisme yang ada,” kata Airlangga Hartarto.

Selanjutnya kata Airlangga, akan dilakukan sosialisasi ke seluruh daerah di Indonesia. Hal ini akan dilakukan bersama pemerintah dan anggota DPR yang akan terlibat pembahasan.

Menurut Airlangga, draf resmi hanya yang diserahkan kepada DPR, sehingga jangan sampai ada spekulasi lebih jauh tentang isi-isi pasal. Ke depannya, draf tersebut akan dibahas dalam rapat-rapat di DPR dan akan melibatkan 7 komisi. (Foto: Antara)

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00