• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Ekonomi

Hari Valentine, Omset Penjual Bunga di Denpasar Naik 60 Persen

14 February
13:36 2020
0 Votes (0)

KBRN, Denpasar : Hari Valentine tidak saja sebagai momen untuk menebar kasih sayang kepada orang-orang tercinta. Tetapi bagi para penjual bunga hari valentine mendatangkan rejeki cukup berlimpah.

Seperti dialami Komang Suyasa yang sehari-hari melakoni pekerjaan sebagai penjual bunga di Toko Bunga Romansa di kawasan Jalan Hayam Wuruk Denpasar. Ditemui RRI Jumat (14/2/2020), penjual bunga yang akrab disapa Komingtara itu mengaku cukup kewalahan melayani para pembeli yang sejak Kamis malam berburu bunga menyambut valentine.

“Banyak yang cari buket dan rangkaian bunga. Tapi harganya naik di valentine ini. Biasanya kita jual Rp. 3 ribu, tapi di hari valentine ini kita jual Rp. 5 ribu untuk bunga mawar. Bunga mawar yang paling laris di cari bahkan sejak semalam sudah laris. Untuk omset kalau dihitung persennya ada kenaikan sekitar 60 sampai 70 persen,” terangnya.

Komingtara berharap Hari Valentine ini dapat menjadi momen untuk menebar kasih saying kepada sesama. Hal serupa juga disampaikan Rosandra sesama penjual bunga. Meski dengan sedikit malu-malu ia mengungkapkan bahwa di hari valentine ini dirinya tidak memiliki pacar, namun kasih sayang dapat diungkapkan kepada keluarga dan sahabat.

“Senang sih saya di Hari Valentine ini, walau tidak punya pacar tetapi ada kakak dan ada teman untuk berbagi kasih sayang,” ungkapnya.

Dari pantauan RRI di kawasan Denpasar, perayaan Valentine tidak saja dirayakan kaum milenial, namun juga pasangan muda, anak-anak dan para orang tua. Bahkan, suami-suami juga tampak sibuk berburu bunga untuk diberikan kepada istrinya, termasuk siswa-siswi beberapa di antaranya justru diantar langsung oleh orang tuanya membeli bunga di Hari Valentine ini.

  • Tentang Penulis

    Ni Putu Nirawati

    Isi Kontak Person Anda disini <strong>email, FB, Twitter</strong>, dll<br /><br />

  • Tentang Editor

    Heri Firmansyah

    Redaktur RRI-Online

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00