• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Sigap Polri

LAMR Apresiasi Penangkapan Penyeludup Narkoba di Riau

13 February
15:14 2020
0 Votes (0)

KBRN, Pekanbaru : Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) memberikan apresiasi tinggi kepada kepolisian RI (Polri) yang  menangkap 11 orang penyelundup Narkoba dari Malaysia di Riau. Bersamaan dengan hal itu, polisi menyita sabu 59 kilogram dari pelaku tindak pidana tersebut.

"Terima kasih Bapak Polisi untuk pencapaian kerja ini. Kami memberi apresiasi setinggi-tingginya atas hasil kerja tersebut," kata Ketua Majelis Kerapatan Adat Lembaga Adat Melayu Riau (Ketum MKA LAMR), Datuk Seri H. Al azhar kepada pers Rabu (12/2/2020) malam.

Sejalan dengan hal itu, LAMR juga mengajak masyarakat Riau untuk mendukung Polri dalam memberantas narkoba tersebut. Caranya bisa beragam antara lain membina keluarga untuk tidak terlibat dalam menyuburkan narkoba baik sebagai pengkonsumsi, apalagi sebagai penyalur.
 
Penangkapan 11 penyelundup narkoba dilakukan di Pekanbaru dan Dumai.

"Total barang  bukti yang disita adalah 59 kg narkoba jenis sabu di tempat yang berbeda, ada di Pekanbaru dan Dumai," kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Argo Yuwono di Jakarta Selatan, Rabu (12/2/2020).

Penangkapan tersebut berawal pada 21 Januari lalu di Pekanbaru. Saat itu polisi menangkap tiga orang yang membawa sabu hasil selundupan dari Malaysia. Ketiga tersangka, Jon, Udin dan Daus kedapatan membawa 15 kg sabu dan 20 butir ekstasi.

Polisi kemudian menangkap dua tersangka lagi di Bengkalis yakni Mbo dan Panjul. Keduanya kedapatan membawa dua karung sabu dengan berat 25 Kg.

Narkoba itu didapatkan dari dua orang berinisial FS dan IW. Selain itu, polisi juga menangkap tersangka lainnya bernama Tulang di Riau. Darinya didapat barang bukti Narkoba jenis sabu sebanyak 5 Kg yang ditanam di ladang.

Terakhir penangkapan dilakukan pada 10 Februari di Dumai. Tiga tersangka lain, Riki, Sis dan Rolas yang jadi bagian dari jaringan itu ditangkap dengan barang bukti 14 kg sabu.
 
Satu Kecemasan Datuk Seri Al azhar menyatakan, pihaknya memberi apresiasi tinggi terhadap capaian Polri tersebut karena kegiatan itu menjawab satu dari tiga kecemasan Riau tahun 2020 ini.

"Data menunjukkan, lalu lintas narkoba di Riau berada di papan atas di Indonesia yang cenderung pula meningkat," katanya.

Alasan makin meningkatnya hal yang berkaitan dengan narkoba di Riau, sangat banyak. Di antarnya geografis daerah ini di kawsan perbatasan luar negeri secara langsung. Selain itu, kenyataan daerah ini yang memiliki banyak sungai dan pesisir pantai.

Kecendrungan suburnya peredaran narkoba di Riau jelas mengancam masyarakat daerah ini terutama generasi mudanya.

"Berbagai kalangan harus ikut mengatasi masalah ini dan Polri telah memperlihatkan kerja nyatanya," kata Al Azhar lagi.

Peran masyarakat dalam memberantas narkoba, kata Al azhar, tentu sangat besar. Amat memungkinkan misalnya, masyarakat mengetahui info peredaran narkoba lebih awal yang dapat memberi tahunya kepada polisi.

Soal kecemasan terhadap narkoba itu, sempat disampaikan LAMR secara langsung kepada Wakapolri, Komjen Pol. Dr. Gatot Eddy Promono, pertengahan Januari lalu. Saat itu, LAMR mengadakan upacara adat tepuk tawar petinggi polisi yang tumbuh dan berkembang di Pekanbaru tersebut.

"Tentu, harapan kita terhadap penanganan narkoba di Riau ini, masih sangat besar. Kita malah berharap agar narkoba dibasmi sampai ke akar-akarnya," tutur Datuk Seri Al azhar. (TS)

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00