• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Info Publik

Komisi IX DPR RI Kunjungi Kalteng Bahas Pengembangan Obat Tradisional

13 February
14:45 2020
0 Votes (0)

KBRN, Palangka Raya : Ketergantungan Indonesia terhadap bahan baku obat impor masih sebesar 96 persen. Hal ini berarti industri hilir farmasi belum berkembang padahal Indonesia menyimpan potensi bahan alam yang dapat dikembangkan menjadi bahan baku obat modern.

Demikian dikatakan Ketua Komisi IX DPR RI, Felly Estelita Runtuwene, saat pertemuan dengan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah pada Kamis (13/2/2020) di Palangka Raya.

"Kami Tim Kunjungan Kerja Spesifik Komisi IX DPR RI memilih Provinsi Kalimantan Tengah sebab memiliki kekayaan alam yang luar biasa. Hal ini dibuktikan dengan adanya temuan para pelajar SMA kita di Palangka Raya pada bulan Agustus 2019 tentang Bajakah yang berpotensi mengobati kanker," ujarnya.

Felly yakin masih ada begitu banyak bahan alam lain di Provinsi Kalimantan Tengah yang dapat dijadikan bahan obat. Komisi IX juga menyambut baik adanya pusat pengolahan obat tradisional tropis yang harus mendapat dukungan pemerintah pusat.

Menurut Felly agenda besar pemerintah yang menginginkan percepatan pengembangan industri farmasi dan alat kesehatan mendapat dukungan penuh Komisi IX DPR RI.

Untuk itulah menurutnya pertemuan kunker spesifik dilakukan yakni untuk mempercepat kemandirian dan pengembangan produksi bahan baku obat dalam negeri.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00