• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Sigap Polri

Polisi Ungkap Impor Ilegal 15 Ton Kuning Telur Beku Dari India

12 February
19:08 2020
1 Votes (2)

KBRN, Jakarta : Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dittipideksus) Bareskrim Polri mengungkap perdagangan kuning telur beku ilegal asal India. Nilai barang ilegal tersebut mencapai Rp 1 miliar.

Pelanggaran importasi frozen egg yolk 10 persen salted atau kuning telur asin 10 persen yang dilakukan PT. ABN itu  sejumlah 15 ton atau senilai kurang lebih Rp 1 miliar .

Direktur Dittipideksus, Brigjen Daniel Tahi Monang Silitonga menjelaskan, impor itu dilakukan pada September 2019 oleh PT ABN. Saat sampai di Indonesia, barang tersebut diketahui tak mengantongi izin dari Kementerian Perdagangan (Kemendag).

"Tidak disertai atau tidak dilengkapi dengan perizinan impor berupa surat persetujuan impor dari Kemendag RI dan rekomendasi dari Kementerian Pertanian," ujar Daniel di Gedung Bareskrim Polri, Rabu (12/2).

Daniel yang juga Kepala Satgas Pangan Polri ini mengatakan, keberadaan barang impor ilegal itu juga dikhawatirkan mengganggu perekonomian masyarakat para peternak. Karena serapan ataupun penjualan telur produksi dalam negeri berkurang karena banyaknya telur impor yang masuk ke wilayah Indonesia. Setelah diamankan polisi, barang impor itu lalu diserahkan ke Kemendag.

"Mengingat frozen egg yolk 10 persen salted tersebut ditemukan di wilayah Post Border maka penanganan selanjutnya dilakukan oleh Direktorat Jenderal Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga (PKTN) Kementerian Perdagangan," ujarnya.

Perusahaan itu diduga melanggar UU nomor 29 tahun 2019 tentang ketentuan ekspor dan impor hewan dan produk hewan. Barang impor tersebut nantinya akan dimusnahkan.

"Sebagaimana diatur dalam Pasal 31 Permendag Nomor 29 tahun 2019, maka terhadap barang berupa frozen egg yolk 10 persen salted tersebut wajib ditarik kembali dari peredaran dan dimusnahkan oleh importir,"  tandas Daniel.




tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00