• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Internasional

Prakarsa Konkret Indonesia Pada Senior Officials Meeting Ke-47 OKI

12 February
13:12 2020
1 Votes (5)

KBRN, Jeddah : 54 negara anggota Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) hadir dalam pertemuan Senior Officials Meeting (SOM) OKI ke-47, sebagai persiapan pertemuan ke-47 Council of Foreign Ministers (KTM ke-47).

Pertemuan yang diselenggarakan di Markas Besar OKI, Jeddah, Arab Saudi ini bertemakan “United Against Terrorism for Peace and Development”, dan dipimpin oleh Niger yang meneruskan keketuaan dari Persatuan Emirat Arab untuk periode 2020-2021.

Terdapat 93 rancangan resolusi yang dibahas dalam pertemuan ini, dengan proporsi terbesar pada isu-isu politik. Isu-isu yang menjadi bahasan utama antara lain terkait Palestina, pembangunan, sosial budaya, dan penolakan secara mutlak terhadap Deal of the Century karena tidak mengandung aspirasi masyarakat Palestina.

Dalam keterangan resmi yang diterima Redaksi RRI, Rabu (12/2/2020), disebutkan SOM OKI pada 9 – 11 Februari itu, delegasi RI meraih beberapa pencapaian dalam pertemuan ini, diantaranya didukungnya rencana Indonesia oleh OKI untuk mengadakan Halal Industry Summit tahun 2020.

Kemudian, diterimanya apresiasi dari negara anggota OKI atas penyelenggaraan OIC Contact Group on Peace and Dialogue (OIC CG PD) dan disahkannya “Plan of Action in Combating Islamophobia, Religious Discrimination, Intolerance, and Hatred towards Muslims”, yakni suatu prakarsa dari Indonesia yang telah diselenggarakan pada tahun 2019. Serta, apresiasi terhadap kontribusi Indonesian Aid dalam bentuk rumah sakit di Myaung Bwe, Rakhine State, Myanmar, yang dapat digunakan oleh seluruh warga di Rakhine State.

Dalam pertemuan ini Indonesia juga menyuarakan pentingnya isu kesehatan dan menegaskan peran pentingnya dalam kemajuan dalam isu ini. Usaha dan pencapaian Indonesia dalam sektor kesehatan antara lain dipercayanya Indonesia sebagai OIC Center of Excellence for Vaccines and Biotechnology Products di Bandung dan terlaksananya Workshop on Cold Chain Management pada Oktober 2019, Jakarta Declaration and OIC National Medicine Regulatory Authority’s (NMRAs) Plan of Action.

Selain itu, Indonesia juga berkomitmen untuk mengoptimalkan perannya sebagai Ketua Foreign Policy and Global Health untuk mendapatkan hasil konkrit yang bermanfaat bagi negara anggota OKI.

Seluruh rancangan resolusi yang diadopsi dalam SOM akan disahkan dalam Pertemuan Tingkat Menteri OKI di Niamey, Niger pada tanggal 3-4 April 2020.

Selain mendorong isu-isu politik yang menjadi prioritas OKI, Delegasi Indonesia juga senantiasa aktif memberikan gagasan kerja sama ekonomi, sosial budaya dalam kerangka OKI.

Dalam pertemuan Senior Officials Meeting ini, Indonesia diwakilkan oleh Kamapradipta Isnomo, Direktur Sosial Budaya dan Organisasi Internasional Negara Berkembang, Kementerian Luar Negeri.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00