• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Internasional

Karena Film Dokumenter Netflix, Kasus Pembunuhan Malcolm X 1965 Dibuka Lagi

12 February
08:30 2020
0 Votes (0)

KBRN, Jakarta : Kantor Kejaksaan Distrik Manhattan di New York akan mengumumkan ke publik kasus pembunuhan tokoh perjuangan hak sipil dan kesetaraan Amerika Serikat, Malcolm X yang terjadi pada 1965.

Kejaksaan memberi sinyal akan melakukan penyelidikan ulang kasus ini.

"Kejaksaan memutuskan untuk memulai peninjauan ulang kasus ini," kata Juru Bicara Kejaksaan Distrik Manhattan, Cyrus Vance Jr seperti dikutip aljazeera.com, Rabu (12/02/2020).

Peninjauan investigasi kasus itu dilakukan mengingat informasi baru yang ditemukan di film dokumenter Netflix, Who Killed Malcolm X ?, yang ditayangkan perdana pada hari Jumat menghadirkan pertanyaan yang belum terjawab dalam kasus ini.

Hal itu seperti diungkapkan pengacara hak-hak sipil atas nama salah seorang terpidana, yang sekarang berusia 81 tahun, Muhammad Abdul Aziz. 

Malcolm seorang tokoh muslim yang di masa hidupnya meletakkan dasar intelektual untuk keturunan kulit hitam dan gerakan kesadarannya di AS, telah dibunuh oleh orang-orang bersenjata ketika memberikan ceramah di Ballroom Audubon, Harlem. 

Dalam kasus ini, tiga anggota Nation of Islam ditangkap karena melakukan pembunuhan tersebut.

Pembunuhan itu terjadi setelah Malcolm berselisih dengan pemimpin Nation of Islam, Elijah Muhammad. Sebelum terbunuh, Malcolm menghadapi ancaman kematian dan rumahnya juga dibom. (Foto: getty images)

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00