• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Teknologi

Rektanigama, Platform Digital Berbasis Website untuk Catat Kegiatan Petani

11 February
18:11 2020
0 Votes (0)

KBRN, Yogyaarta: Dosen dan peneliti Fakultas Pertanian UGM mengembangkan Rekan Usahatani Gajah Mada, disingkat Rektanigama, aplikasi berbasis website untuk memudahkan pencatatan usaha  tani yang harus dilakukan oleh petani.

Untuk memudahkan pencatatan dan penyimpanan data, sekaligus sebagai upaya merespons revolusi industri 4.0 di sektor pertanian, Rekan Usahatani Gajah Mada yang disingkat Rektanigama hadir sebagai platform pencatatan digital.

Pengembang platform gitital tersebut Prof. Dr. Irham mengatakan, pencatatan usaha tani secara digital itu dimulai pada 2013 dengan nama Rekam Usahatani Pokniluh, Kelompoktani, petani dan penyuluh.

Rektanigama memiliki keunggulan dibanding Pokniluh,diantaranya melalui website Rektanigama, petani tidak hanya mencatat input usaha tani pada akhir pengelolaan tetapi juga aktivitas harian petani hingga rinci dengan tetap mengedepankan asas kemudahan dan kepraktisan.

“Aplikasi ini, yang didalamnya ada catatan usaha tani, petani misalnya bisa mengetahui status keuangan dari waktu ke waktu. Apakah produktivitasnya naik atau turun, kalau ada serangan hama,lalu penggunaan saprodi apakah melebihi yang direkomendasikan, dst," jelas Prof. Irham.

Catatan petani tersebut, menurut Prof Irham juga bermanfaat bagi para penyuluh pertanian sehingga penyuluh dengan cepat membuat laporan dan mendapatkan bahan kajian untuk didiskusikan dengan para petani.

“Semua catatan usaha tani dari individu petani di setiap kelompok itu bisa dimiliki oleh penyuluh. Sehingga penyuluh pertanian bisa membuat laporan secara instant. Cukup dengan mengambil data yang ada lalu di klik; misal berapa keuntungannya, berapa produktivitasnya, nah itu bisa langsung didapatkan," tambah Prof. Irham.

Arif Wahyu Widada, peneliti pada Departemen Sosio-ekonomi Pertanian UGM yang juga ikut mengembangkan platform Rektanigama mengatakan, banyak manfaat telah didapatkan para petani termasuk mengetahui produktifitas pertanian yang telah digarap.

“Petani itu tercengang lho ketika melihat data mereka keuntungannya itu negatif. Penerimaan (dari hasil panen) mereka itu lebih kecil daripada biaya yang dilkeluarkan. Coba bayangkan! Karena orientasi para petani itu, pokoknya pakai input sebanyak-banyaknya  karena kepuasannya itu ketika melihat tanamannya hijau royo-royo, panennya banyak. Padahal mereka tidak sadar bahwa dibalik itu ada cost/biaya yang sangat membengkak," terang Arif yang sedang menyelesaikan studi pasca Sarjana.

Platform pencatatan usaha tani Rektanigama juga bermanfaat untuk pengambilan kebijakan, kaitannya dengan perbankan dan asuransi karena biaya, resiko maupun efisiensi dalam pertanian dapat diketahui dengan mudah. Kedepan, aplikasi pencatatan digital tersebut akan ditingkatkan agar lebih mudah penggunaannya bagi petani dengan mengubahnya menjadi applikasi berbasis telepon-pintar atau smartphone dan fitur yang mudah diikuti oleh petani.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00