• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Internasional

Raja Thailand Bersedia Tanggung Biaya Pemakaman Korban Penembakan Brutal

11 February
11:07 2020
1 Votes (5)

KBRN, Jakarta : Raja Thailand, Maha Vajiralongkorn, dan Ratu Suthida Bajrasudhabimalalakshana, dilaporkan akan menanggung penuh biaya dan proses pemakaman seluruh korban meninggal dalam peristiwa penembakan brutal di pusat perbelanjaan Terminal 21, Korat, Nakhon Ratchasima, Tahiland, yang terjadi pada akhir pekan lalu. Akibat insiden tersebut sebanyak 29 orang dilaporkan meninggal.

Dikutip dari CNN, Pernyataan tersebut disampaikan Perdana Menteri Prayuth Chan ocha yang membacakan surat dari raja Thailand yang bergelar Rama X. Dalam surat tersebut, raja dan ratu Thailand menyatakan turut prihatin dan berbela sungkawa terhadap korban meninggal serta luka-luka dalam kejadian tersebut.

"Raja dan ratu menawarkan kepada seluruh korban untuk proses pemakaman akan dibantu sepenuhnya oleh kerajaan, termasuk mengadakan sesi doa bersama dan kremasi," kata Prayuth saat membacakan surat itu, seperti dilansir Associated Press, Selasa (12/2).

Baca juga : Fakta-Fakta Tentara Thailand Pelaku dibalik Aksi Penembakan Brutal

Prayuth mengatakan Kerajaan Thailand juga akan mengirim perwakilan untuk mengunjungi keluarga korban meninggal dan luka-luka. Kerajaan Thailand juga dilaporkan akan menyediakan dapur umum untuk menjamin ketersediaan logistik bagi tim forensik dan pesuruh sampai tugas mereka selesai.

Aksi penembakan brutal tersebut terjadi sejak sabtu (8/2) hingga Minggu (9/2) kemarin. Pelakunya adalah seorang tentara berpangkat Sersan Mayor bernama Jakrapanth Thomma. Dalam satuan Militer dirinya merupakan seorang penembak jitu. Jakrapanth sebelumnya mencuri senjata beserta amunisi dan juga kendaraan di kamp Militer sebelum melakukan aksinya di Terminal 21. Aksi Brutalnya terhenti setelah pihak keamanan yang berasal dari TNI dan Polisi Thailand terpaksa menembak mati Jakraphanth.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00