• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Sosok

Mohammad Azad, Dubes Iran yang Fasih Berbahasa Indonesia

7 February
17:57 2020
0 Votes (0)

KBRN, Jakarta : Indonesia dan Iran merupakan dua negara bersahabat, yang terus membina kerja sama hingga saat ini. Keakraban kedua negara juga ditunjukkan dengan mengirim Kepala Perwakilan ke masing-masing negara. Akhir tahun 2019 atau tepatnya pada 20 November, Duta Besar (Dubes) Republik Islam Iran yang baru, Mohammad Azad, menyerahkan Surat Kepercayaan kepada Presiden Joko Widodo. Mohammad Azad menggantikan koleganya Valiollah Mohammadi yang menjabat sebagai Dubes Iran di Jakarta selama 4,5 tahun.  

Siapa sangka Dubes yang memiliki nama lengkap Mohammad Khoush Heikal Azad ini, memiliki keterikatan besar dengan Indonesia. Selain, sebelumnya pernah bertugas sebanyak dua kali di Kedutaan Besar Iran di Jakarta. Mohammad Azad juga sangat fasih berbahasa Indonesia.

Pekan ini Mohammad Azad mengundang para jurnalis nasional untuk bersilaturahmi, di kediaman dinasnya di bilangan Jakarta Pusat.

Dalam pertemuan itu puluhan jurnalispun dibuat kagum, sebab Mohammad Azad berbicara menggunakan Bahasa Indonesia yang sangat lancar. Terutama, ketika ia menyampaikan bacaan pantun yang menjadi ciri khas orang Indonesia di suatu acara.

“Salah satu pantun Indonesia yang bagus “ada bunga mawar, ada bunga melati menyebarkan aroma wangi di depan pintu. Silahkan terima salam pembuka dari kami, assalammulaiakum warrahmatullahi wabarakatuh,” ucap Mohammad Azad yang disambut dengan tepuk tangan para tamu.

Pria yang memulai karir diplomatnya di Kementerian Luar Negeri Iran pada tahun 1986 ini, mengatakan, dirinya tertarik mempelajari Bahasa Indonesia bahkan setahun sebelum penugasan pertamanya di Kedutaan Besar Iran di Jakarta pada 1989.

“30 tahun yang lalu Ketika saya datang ke Indonesia, saya sangat tertarik untuk bisa berbicara Bahasa Indonesia. Bahkan, sebelum saya ditugaskan di Indonesia saya di Teheran mulai belajar bahasa Indonesia. Ketika itu saya datang ke Indonesia saya mendapatkan beasiswa dari pemerintah Indonesia untuk bahasa Indonesia selama 1 tahun. Saya masih ingat nama programnya (BIPA) tidak salah Bahasa indonesia untuk Penutur Asing selama 1 tahun di Universitas Indonesia,” ungkap Mohammad Azad.

Indonesia sendiri menurut Mohammad Azad merupakan suatu negara yang istimewa, sebab masyarakatnya sering menyingkat suatu kalimat dan ia pun menggunakan istilah singkatan yang membuat para pengajarnya kala itu berdecak kagum.

“Setelah 1 tahun di acara perpisahan acara BIPA itu ada mahasiswa ada yang hadir dari Iran, Kanada, Amerika, China, Jepang dan lain sebagainya, pertanyaan yang kurang lebih sama ditanyakan kepada semua satu demi satu maju kedepan dan menjelaskan apa yang mereka rasakan terkait dengan Indonesia. Indonesia bagi negara kata singkat? perasaan saya adalah ACI. kemudian saya mulai bertanya kepada dosen-dosen saya Apakah anda tahu ACI itu singkatan apa ? Tertawa, (Aku Cinta Indonesia),” kenang Mohammad Azad yang disambut canda tawa para tamu.  

Mohammad Azad mengungkapkan, penugasannya ke Indonesia untuk ketiga kalinya dan menjadi Dubes Iran, adalah suatu cita yang terbukti.

“Jadi, ketika saya lebih untuk ditugaskan di Indonesia dan ditugaskan kembali di Indonesia ini adalah cita yang terbukti dan tentu dalam bahasa Indonesia yang biasa disebut kalau belum tiga kali belum afdol jadi yang ketiga kali ini semoga afdol.

Sementara, selain menguasai Bahasa Indonesia, pria kelahiran 2 Februari 1960 ini juga fasih berbahasa Perancis.

Sedangkan, tahun ini Indonesia-Iran akan merayakan hubungan diplomatik ke – 70, Mohammad Azad pun memiliki harapan khusus. Mohammad Azad mengatakan pihaknya mengharapkan penguatan kerja sama kedua negara akan terjadi dengan turut memperluas sektor-sektor kerja sama. Termasuk, ditargetkannya pengesahan Preferential Trade Agreement (PTA).

“Secara singkat bola berada di Indonesia. Saya berharap agar pada 2020 ketika kedua negara merayakan 70 tahun hubungan bilateral ini sudah ditandatangani. Tantangan adalah hal-hal yang sudah kita bicarakan, ini akan melewati tahap-tahap akhir. Kemendag sampaikan akan merespon dan ambil langkah berikutnya,” paparnya.

(Foto:Dok.Kedubes Iran)

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00