• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Sosok

Alfian 14 Tahun Jualan Tikar Keliling Sumatera Demi Keluarga Tercinta

6 February
08:00 2020
0 Votes (0)

KBRN, Bukittinggi : Tikar busa menjadi sandaran hidup beberapa pria asal Tebing Tinggi dalam mencari nafkah. Mereka keliling kota menjajakan dagangannya di setiap trotoar yang ditemui.

Menjual berbagai motif tikar busa, dilakoni oleh para pria asal Tebing Tinggi dari rumah ke rumah. Mereka berkeliling ke berbagai daerah di Sumatera dan sempat singgah di Kota Padang Panjang.

Berharap rupiah untuk menafkahi keluarga, Alfian atau biasa disapa Pian, nampak lelah. Pria 30 tahun itu berada di pinggir trotoar arah Jalan Kantor Lurah Koto Panjang, sembari meluruskan kakinya akibat perjalanan jauh keliling kota, Rabu (5/2/2020).

Setiap hari Pian biasanya sendirian. Tapi kali ini, ia ditemani sahabatnya bernama Hendra (30). Telepon selulernya baru saja hilang menurut Pian, jadi ia harus membawa teman saat berjualan.

Akhirnya, jadilah Pian dan Hendra memanggul bergulung-gulung tikar busa keliling kota, berharap ada warga yang membelinya.

Kulit wajah sudah kusam berminyak, rambut menjadi merah akibat sengatan matahari, semua itu tak dihiraukan Pian. Satu dalam pikirannya cuma menyambung hidup.

"Saya tak begitu paham jalan-jalan di Kota Padang Panjang, nanti susah juga kembali ke tempat kumpul karena gak ada handphone, hilang kemarin. Untung teman saya mau berbarengan," katanya.

Namun hingga sore hari, dagangannya tak kunjung laku. Biasanya kalau tak laku dan butuh uang, Pian terpaksa berhutang dengan juragan yang mempekerjakan mereka.

"Kalau gak ada yang laku, terpaksa ngutang buat makan sama bos," ungkapnya.

Pian dan Hendra merupakan penjual tikar busa dari rumah ke rumah. Beragam motif mereka jajakan, untuk memenuhi selera pilihan pembeli hanya sebagai persiapan jika memang ada yang berminat. 

Dengan sistem bagi hasil, mereka menyetorkan setiap rupiah hasil dagangannya ke juragan yang membawa mereka keliling Sumatera. Harga tikar bervariasi, dari Rp 150 ribu sampai Rp 500 ribu.

Setelah di Kota Padang Panjang, mereka berencana ke Sungai Rumbai. Pian mengaku sudah 14 tahun menjadi penjual tikar busa dan telah mengelilingi banyak daerah di Sumatera.

"Saya sudah 14 tahun keliling Sumatera jualan tikar, dibawa sama bos. Kami satu kampung, asal Tebing Tinggi, Sumatera Utara," imbuhnya. 

Pian bisa mengantongi  Rp 1 juta terkadang lebih, dimana semua itu untuk menafkahi anak dan isterinya selama ini. 

Namun terkadang Pian harus pulang tiga bulan sekali, karena hasil yang dibawa belum mencukupi. Pian berharap suatu saat bisa berdagang mandiri di kampung halamannya agar dekat dengan keluarga.

"Harapannya suatu saat saya bisa mandiri. Punya usaha walaupun tidak besar, tapi bisa dekat dengan keluarga," pungkasnya.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00