• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Sosok

Mengenal Kombes Gidion, Perwira Polda Jatim Bongkar Kasus Investasi Bodong MeMiles

4 February
14:58 2020
0 Votes (0)

KBRN, Surabaya : Penyidikan kasus investasi bodong MeMiles memasuki babak akhir. Keterangan saksi mulai publik figur sampai artis sudah dilakukan.

Pertanyaannya kini muncul siapa yang menggawangi pengungkapan kasus beromzet  Rp.750 miliar itu hingga menemui titik temu? Adalah Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) Polda Jatim, Kombes Pol Gidion Arif Setyawan.

Gidion yang belum genap dua bulan menjabat ini seakan tidak ingin berlama-lama dalam mengungkap kasus. Awal menjabat Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) ia harus dihadapkan pada kasus besar yang menyeret beberapa nama.

Mantan Dirreskrimum Polda Jatim itu terbilang cukup apik dalam memimpin proses pengungkapan kasus investasi yang melibatkan 264 ribu anggota tersebut. 

"Tugas kami mengamankan uang dan aset para korban MeMiles. Dari pengungkapan ini sudah ada lima tersangka dan memeriksa beberapa saksi termasuk publik figur," jelas Gidion, Selasa (4/1/2020).

Ia menceritakan awal mula pengungkapan kasus MeMiles. "Awalnya ada semacam seminar di Surabaya pada bulan November 2019 yang mendatangkan Dokter Eva (dalah satu tersangka) yang intinya promosi terkait MeMiles," jelasnya.

Menurutnya, investasi dengan pola skema ponzi itu tidak dibenarkan karena berpotensi merugikan para member atau anggota. Lalu dilakukanlah penyelidikan oleh Subdit Indagsi Ditreskrimsus Polda Jatim hingga ke wilayah Jakarta.

Alhasil diketahui pada tanggal 16 Desember 2019 diketahui Direktur MeMiles, Sanjaya melakukan perubahan sistem dalam bisnis top up melalui pesan suara. "Pesan itu tersebar ke seluruh member. Dari situ kami melihat ada gelagat kurang baik dari Sanjaya yang mengubah sistem secara sepihak," ujarnya.

Perubahan aturan yang dibuat Sanjaya itu menjadi semacam undang-undang bagi member. Yang berubah, kata dia, yakni menjadikan prosedur top up sebelumnya diubah menjadi sistem perekrutan member baru.

"Jadi yang awalnya top up untuk dapat rewards seperti mobil, diganti menjadi sistem member baru. Rewards baru dapat saat dapat sejumlah member baru," tuturnya.

Sehari setelahnya, Gidion bersama anggotanya langsung mengamankan Sanjaya dan Suhandak selaku pimpinan PT Kam And Kam dengan barang bukti uang tunai yang dicairkan dari bank sebesar Rp 50 miliar dan mobil sebanyak 16 unit. Dari penangkapan itu berkembang menjadi lima tersangka dan uang yang diamankan kini bertambah mencapai Rp 147 miliar dengan puluhan unit mobil.

"Barang bukti biasanya menjadi rahasia penyidik. Namun dalam kasus MeMiles ini, sejak awal dirilis kami selalu transparan dalam menyampaikan aset berupa uang dan barang dari PT Kam And Kam ini pada masyarakat, karena korbannya cukup banyak," pungkas Alumni Akpol 1996 yang menjabat Dirreskrimsus Polda Jatim sejak 22 November 2019 tersebut.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00