• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Nasional

Meski Banyak Kendala, Menkes Ingin Skrining TB Diperkuat

29 January
17:15 2020
0 Votes (0)

KBRN, Bandung: Upaya menemukan penderita Tuberkulosis (TB) baru di Jawa Barat terus didorong oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat melalui para kader pendeteksi penyakit TB. 

Kendati begitu, temuan kasus TB ini ditengarai masih berada di bawah angka riil jumlah penderita di Bandung. Ini karena masih adanya sejumlah kendala yang dihadapi para kader kader pendeteksi penyakit TB di lapangan.

Menanggapi itu,  Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Terawan Agus Putranto mengatakan saat ini pihaknya masih konsentrasi menskrining dan menjaga mereka yang sudah terjangkit TBC agar tetap meminum obat secara teratur dan tuntas.

"Langkah-langkah kita melakukan skrining untuk bisa menemukan dengan cepat kasus-kasus TB, dan memberikan edukasi supaya betul-betul bisa diobati, dan obat itu bisa diminum dengan tepat waktu, dan juga secara kontinyu," ujar Menkes Terawan di Techno Park Bandung, Rabu (29/1/2020).

Skrining yang dimaksud Terawan adalah dari penelusuran kader-kader peduli TB, tapi sayangnya ada beberapa kendala yang menjadi tersendatnya data riil pasien TB ke data dinas kesehatan terkait. 

Diceritakan salah satu anggota Perkumpulan Pemberantasan Tuberkulosis Indonesia (PPTI), Ati biasanya laporan yang ada di lapangan belum dapat terkoneksi ke dinas terkait karena pasien yang diajak berobat belum mau mendatangi puskesmas terdekat,  padahal kata Ati seluruh biaya pengobatannya gratis sampai sembuh. 

"Misalnya saya nih udah catet di Kabupaten Cimahi misalnya ada 10 orang,  tapi lima orangnya belum mau berobat,  padahal dinas kesehatan atau puskesmas terdekat mau mencatat itu jadinya ya terkendala disitu," ujar Ati kepada RRI.

Ati seorang kader peduli TB telah mengabdikan dirinya selama 20 tahun lamanya untuk terus mensosialisasikan bahaya kuman TB. Ati menceritakan dirinya tidak dibayar sepeserpun dalam melaksanakan tugasnya. 

"Saya relawan, saya gak digaji dan saya senang menjalani ini semua mbak," tuturnya. 

Sementara Kader TB lainnya,  Kartini mengatakan sejak lima tahun lalu dirinya telah membantu 50 orang suspect TB dan telah sembuh total. Kartini menceritakan saat dirinya menemani para pasien TB banyak halangan merintangi,  mulai dari keluarga pasien, tetangga pasien hingga keuangan pasien. 

"Lima tahun saya gabung jadi kader peduli TB dan Alhamdulillah sudah 50 orang yang sembuh karena kerja tim kita. Banyak rintangan saat mau berobat ya dari dana gak ada.  Namun setiap pasien TB kini diberi dana Rp20.000 untuk sekali berobat ke puskesmas, terus kalau yang kena TB resistance dapat Rp750 ribu per bulannya dari global fund, dari Lazismu kasih uang nutrisi Rp500 ribu perbulan bagi pasien TB," terang Kartini. 

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00