• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Daerah

Sempat Dirawat, Balita Asal Tiongkok Negatif Corona

29 January
21:09 2020
0 Votes (0)

KBRN, Yogyakarta : Banu Hermawan selaku Kepala Bagian Hukum dan Humas Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Prof Dr Sardjito Yogyakarta menyatakan, setelah menerima pasien balita bernama Yutao Bao asal Tiongkok dari Jogja International Hospital (JIH) yang diduga menderita pneumonia novel corona virus, pihak RSUP Prof Dr Sardjito menyatakan, balita tersebut bukan suspect corona.

Hal itu diungkapkan Banu, Rabu (29/1/2020) sore, ketika jumpa pers di Ruang Webinar RSUP Prof Dr Sardjito. Dari diagnosis yang dilakukan tim medis Sardjito, pada Selasa (28/1/2020) siang, bayi berusia 3 tahun 8 bulan itu dinyatakan negatif terjangkit virus corona.

“Setelah pasien masuk kemudian dilakukan pemeriksaan secara klinis oleh tim dokter. Dari sisi keilmuan disimpulkan ini tidak mengarah ke corona,” katanya kepada media.

Kepala Bagian Hukum dan Humas RSUP Sardjito Banu Hermawan mengungkapkan, dari pemeriksaan medis oleh tim dokter khusus yang dibentuk pihak rumah sakit, bayi berbobot 13,5 kg itu tidak terjangkit virus yang mematikan, meskipun sempat menunjukkan gejala-gejala terserang wabah corona.

“Jadi kondisinya, memang awalnya dia (bayi) tidak mau makan, panas lalu kita mondokkan. Jadi (penanganan) kita bukan karena corona virusnya tapi karena gejala awal tadi. Sejak masuk pertama kali di sini, tidak ditemukan batuk yang bersifat pneumoni,” tuturnya.

Ia menambahkan, meski balita asal Shanghai, Tiongkok tersebut telah diperiksa secara mendetil dan tidak ditemukan adanya gejala batuk dan sesak nafas akut seperti yang terjadi pada orang yang terjangkit virus corona, namun untuk mendapat kepastian lebih lanjut, pihak RSUP Sardjito mengirim sampel cairan dan darah pasien untuk diperiksa secara lebih teliti di laboratorium.

Sementara itu, Kepala Instalasi Kesehatan Anak RSUP Prof Dr Sardjito, Amalia Setyati menyatakan saat ini kondisi balita bernama Yutao Bao semakin membaik sejak dirawat pada 28 Januari kemarin. Pasien bahkan tidak lagi menderita demam dan juga tidak ada gejala sesak nafas.

“Ya kondisinya semakin membaik, batuk sudah berkurang,” tandasnya. 

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00