• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Ekonomi

Ini Jurus Sri Mulyani Hadapi Gejolak Global di Tahun 2020

29 January
20:59 2020
0 Votes (0)

KBRN, Jakarta : Kondisi ketidakpastian global masih akan berlanjut di tahun 2020. Yang harus diwaspadai, ketidakpastian ini sulit diprediksi kemana arahnya, sehingga membuat para pelaku ekonomi, baik produsen maupun konsumen juga sulit mengambil keputusan.

“Situasi konsumen atau  produsen yang tidak mengambil keputusan, itu artinya stagnan. Mereka tidak meng-consume dan mereka tidak invest. Karena mereka tidak merasa yakin akan kalkulasi  apa yang dihadapi,” ujar Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam Economic Forum 2020 di Jakarta, Rabu (29/1/20).

Bahkan di awal tahun 2020 ini, sudah terjadi berbagai peristiwa yang menegangkan, diantaranya virus Corona yang memicu kekhawatiran akan dampaknya yang luas bagi perekonomian.

Ditengah ketidakpastian global itu, kata Menkeu, APBN akan menjadi instrument fiskal untuk mengantisipasi perlambatan ekonomi global dan menjadi counter cyclical untuk meminimalisir dampak buruknya bagi perekonomian domestik.

“Kita, dari sisi pengelola fiskal, selalu mengatakan, kami optimis tapi waspada. Optimis karena kita punya kebijakan instrument fiskal yang bisa siap kita gunakan untuk mendorong dan merespon kondisi ekonomi. Kita waspada karena ketidakpastian, polanya sangat tidak pasti,” jelas Sri Mulyani.

APBN tahun 2020 menargetkan belanja negara sebesar Rp 2.540 triliun,  dengan penerimaan Rp. 2.233 tirliun.  Tantangannya, hingga akhir tahun 2019, APBN masih defisit sebesar Rp 353 triliun atau 2,2 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB), lebih tinggi dari target yang ditetapkan sebesar 1,84 persen. Demikian pula dari sisi penerimaan negara, tahun 2019 penerimaan negara terealisasi 90,4 persen atau Rp. 1.957,2 triliun dari target sebesar Rp 2.165 triliun.  Itulah sebabnya, di tahun 2020, APBN harus dijaga agar tetap sehat.

“APBN harus dijaga sehat karena sebagai instrumen policy dia tidak boleh sakit.  Menteri Keuangan saat ini suaranya serak, tapi APBN tidak boleh serak,” tukas Sri Mulyani mencairkan suasana.

Lebih lanjut, Menkeu mengatakan, meski posisi APBN masih defisit, ia tidak akan meminta Kementerian atau Lembaga untuk melakukan penghematan anggaran. Langkah itu dilakukan sebagai bentuk counter cyclical, dengan harapan belanja yang tetap meningkat, perekonomian dan konsumsi masyarakat tetap menggeliat, sehingga pertumbuhan ekonomi dapat dipertahankan, di tengah gejolak ekonomi global.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00