• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Daerah

Antisipasi Virus Corona, RSUD Gambiran Kota Kediri Siapkan Ruang Isolasi

29 January
20:56 2020
0 Votes (0)

KBRN, Kediri : Untuk mengantisipasi Virus Corona, Pemerintah Kota Kediri, melalui Dinas Kesehatan Kota Kediri menyiapkan 3 ruang isolasi di RSUD Gambiran.

"Kami siapkan tiga ruang isolasi lengkap dengan segala peralatan dan tenaga medis sesuai standar. Upaya ini sebagai langkah mengantisipasi Virus Corona," kata Kepala Dinas Kota Kediri, Dr. H. Fauzan Adima, M.Kes, saat konferensi pers, di Ruang Kilisuci, Balai Kota Kediri, Rabu (29/1/2020).

Meski demikian, ungkap Fauzan, hingga saat ini di Provinsi Jawa Timur, termasuk di Kota Kediri belum ada laporan terkait 2019-nCOV. Walau begitu, pemerintah mengimbau, agar masyarakat tidak perlu khawatir.

"Masyarakat Kota Kediri harus tetap waspada, dan memahami gejalanya," katanya.

Fauzan mencontohkan, gejala yang muncul pada Pneumonia ini mirip dengan Pneumonia pada umumnya di antaranya demam, lemas, batuk kering, pilek, dan sesak nafas. Hal ini perlu diwaspadai pada orang dengan Usia Lanjut dan Balita.

"Curigai anak atau orang tua yang memiliki keluhan ini untuk pemeriksaan lebih lanjut, demam dan Gejala Saluran Pernafasan Bawah. Misal, Batuk, Sesak, Nafas Cepat, serta dalam waktu 14 hari sebelum munculnya gejala terdapat riwayat bepergian ke Wuhan, China," katanya.

Perlu diketahui, Pneumonia adalah infeksi atau peradangan akut di jaringan paru yang disebabkan oleh berbagai mikroorganisme. Seperti bakteri, virus, parasite, jamur, pajanan bahan kimia atau kerusakan fisik paru. Pneumonia dapat menyerang siapa saja seperti anak-anak, remaja, dewasa muda dan lanjut usia, namun lebih banyak pada balita dan lanjut usia. Angka kejadian Pneumonia lebih sering terjadi di negara berkembang.

"Nah, kini sedang terjadi kasus Pneumonia berat, yang bermula dari adanya laporan awal kasus di Kota Wuhan, China pada tanggal 31 Desember 2019. Lalu, pada tanggal 3 Januari 2020 dilaporkan 44 kasus dengan penyebab masih belum diketahui," katanya.

Selanjutnya, kata Fauzan, pada tanggal 12 Januari 2020 Negara China mengumumkan adanya jenis Corona Virus tipe baru yang dikenal sebagai Novel Coronavirus (2019-nCov) dan berhasil diisolasi pada 7 Januari 2020. Kasus ini kemudian meningkat cepat, hingga tanggal 27 Januari 2019 dilaporkan ada 2.798 orang terinfeksi dan yang meninggal dunia sebanyak 80 jiwa.

"Selain di Wuhan, beberapa Negara melaporkan kasus n-COV yaitu di Thailand, Jepang, Korea, Vietnam, Singapura, Australia, Malaysia, Nepal, Amerika Serikat, Kanada dan Perancis, dan Assesment risiko oleh Badan Kesehatan Dunia WHO yaitu China (Sangat Tinggi), Regional (Tinggi) dan Global (Tinggi)," katanya.

Menyikapi hal ini, Pemerintah Kota Kediri berpesan kepada masyarakat supaya tetap tenang dan tidak panik, tapi tetap waspada. Khususnya, bila mengalami gejala demam, batuk, disertai kesulitan bernafas, segera mencari pertolongan ke RS/Fasilitas Kesehatan terdekat, serta melakukan dan meningkatkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).

"Jaga kebersihan tangan rutin, terutama sebelum memegang mulut, hidung dan mata, serta setelah memegang instalasi public. Caranya dengan mencuci tangan dengan sabun dan bilas dengan air mengalir setidaknya dalam 20 detik. Cuci dengan air dan keringkan dengan handuk atau kertas sekali pakai. Jika tidak ada fasilitas cuci tangan dapat menggunakan sanitizer alcohol 70-80 persen," katanya.

Hal terpenting, lanjut Fauzan, menutup mulut dan hidung dengan tissue ketika bersin atau batuk. Lalu, gunakan masker dan segera berobat ke Fasilitas Pelayanan Kesehatan, ketika memiliki gejala saluran nafas.

"Istirahat bila sedang sakit, menjaga kesehatan dengan mengkonsumsi buah dan sayur minimal 3 kali sehari dan makan makanan bergizi. Saran lain, hindari kontak dekat dengan orang yang sakit infeksi saluran nafas, hindari menyentuh hewan atau unggas atau hewan liar," katanya.

Di sisi lain, saran Fauzan, jika merasa kesehatan tidak nyaman ketika di daerah outbreak, terutama saat demam dan batuk, idealnya gunakan masker dan cari layanan kesehatan. Namun, setelah kembali dari daerah outbreak konsultasi ke dokter terdapat gejala demam atau gejala lain.

"Beritahukan dokter riwayat perjalanan serta gunakan masker untuk mencegah penyakit," katanya.

Sebagai informasi, upaya yang telah dilakukan Dinas Kesehatan Kota Kediri, menerbitkan edaran kewaspadaan dini, Nomor 443.2/102/419.108/2020 pada tanggal 7 januari 2020 tentang Kewaspadaan Dini dan Respon terhadap kasus Pneumonia Wuhan, Tiongkok.

"Kami juga melakukan koordinasi dengan RS, Fasilitas Pelayanan Kesehatan dan UPTD Puskesmas se-Kota Kediri, melaksanakan Surveillance Aktif Rumah Sakit (SARS) untuk langkah antisipasi, dan menyebarkan informasi dan edukasi kepada masyarakat terkait 2019-nCov. Bahkan, Monitoring dan Koordinasi perkembangan 2019-nCov melalui Informasi dari Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur telah menunjuk RSUD Gambiran Kota Kediri sebagai RS Rujukan untuk penanganan pasien Suspect Corona Virus," katanya.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00