• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Kumham

Tim Kuasa Hukum Lutfi Alfiandi Pembawa Bendera Merah-Putih Yakin Menang

29 January
20:53 2020
0 Votes (0)

KBRN, Jakarta : Nasib anak muda Dede Lutfi Alfiandi ditentukan, Kamis (30/1/2020) besok dalam sidang putusan di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. Lutfi, yang dikenal viral karena sebuah foto membawa bendera Merah dan Putih dalam demo September 2019, telah mendekam di penjara selama tiga bulan terhitung 1 Oktober 2019 – sekarang.

Tim kuasa hukum Lutfi, Sutra Dewi yakin akan memenangkan perkara ini. Sebab, Sutra bersama kuasa hukum dari LBH Kobar telah mengantongi berbagai fakta persidangan. Sutra menjelaskan satu per satu dakwaan JPU yang tak dapat dibuktikan di pengadilan.

“Ini kan, jelas dituduh Pasal 218. Pasal 218 itu adalah barang siapa bergerombol di tempat yang sama. Sementara, Lutfi ditangkap bukan di depan DPR. Fakta persidangan loh,” tegas Sutra saat ditemui RRI.co.id usai sidang tuntutan di PN Jakarta Pusat, Rabu (29/1/2020).

Baca juga : JPU Tuntut Dede Lutfi Alfiandi 4 Bulan Penjara

“Penyidiknya menyatakan, Lutfi ditangkap di depan Polres Jakarta Barat. Ahli pun menyatakan seperti itu, saya yang mempertanyakan itu. Kalau dia bergerombol, ada imbauan, dia pergi dari situ, dan itu tidak masuk dalam Pasal 218,” sambung Sutra.

Lutfi, kata dia, dalam hari penangkapan oleh polisi, pada September 2019, sedang berdua dengan temannya naik motor dalam perjalanan pulang.

“Kalau dilihat dari pasal yang dituntut tadi, sudah tidak masuk. Sementara dituntut tidak mengindahkan imbauan aparat, sementara dia mendengar. Itu kan, fakta,” ungkap dia.

Lutfi langsung meninggalkan tempat keramaian demonstrasi tolak RKUHP dan RUU KPK di depan DPR RI, September 2019. “Tapi, tertangkapnya di Polres Jakarta Barat, jauh dari lokasi (demo, red),” ujar Sutra.

Selain itu, terkait dakwaan awal JPU yang mengatakan ada rekaman CCTV Lutfi melempar batu terhadap aparat keamanan, itu juga tak dapat dibuktikan.

“Faktanya enggak ada. Di persidangan enggak ada videonya. Jadi, enggak masuk lagi karena tidak dihadirkan di persidangan,” terang dia.

Penangkapan Lutfi, berdasarkan cerita Lutfi kepada Sutra, saat itu jalanan ditutup dan terpaksa putar arah tepat di depan Polres Jakarta Barat. 

“Di situlah dia ditangkap dari belakang. Temannya disuruh pulang (pengendara motor, red),” ucap Sutra.

Isi tuntutan JPU hari ini terhadap Lutfi hanya terdapat satu pasal, yakni Pasal 218. Tapi, sebelumnya, JPU memiliki empat pasal demi menuntut Lutfi sebagai terdakwa.

Isi tuntutan JPU, Andri Saputra terhadap Lutfi, Rabu (29/1/2020) terdapat empat poin, yaitu:

Menuntut supaya Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Pusat yang memeriksa dan mengadili perkara atas ini, memutuskan :

1.Menyatakan terdakwa DEDE LUTFI ALFIANDI alias DEDE bin BUDI SULISTYO terbukti secara sebagaiman diatur dan diancam pidana dalam Pasal 218 K.U.H.Pidana (sebagaimana dakwaan atau Kegiatan Penuntut Umum)

2.Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa  dengan pidana penjara  selam 4 bulan, dengan ketentuan selama berada dalam tahanan akan dikurangi seluruhnya dari pidana yang dijatuhkan dengan perintah agar tetap dalam tahanan.

3.Menyatakan barang bukti berupa :

- 1 unit HP merk Vivo Y B3

- 1 potong sweeter warna abu-abu

- 1 pasang sepatu warna hitam-putih

- Sepotong buah Bendera merah putih

Seluruhnya dikembalikan kepada terdakwa.

4.Memberikan terdakwa untuk membayar ongkos perkara sebesar Rp5.000.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00