• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Sigap Polri

Tegakkan UU Lalin, Satlantas Sukoharjo akan Tindak Tegas Sepur Kelinci, Bentor dan Rice Mill

29 January
20:51 2020
0 Votes (0)

KBRN, Sukoharjo : Satlantas Polres Sukoharjo hari ini menggelar Forum Lalu Lintas dengan agenda utama penertiban sepur kelinci, bentor dan rice mill. Kegiatan yang digelar di Ruang Panjura Mapolres Sukoharjo juga dihadiri, perwakilan DLLAJ, Jasa Raharja, Samsat, Satpol PP, pengamat transportasi serta pemilik sepur kelinci, bentor dan Rice Mill.

Kasatantas Polres Sukoharjo AKP Marwanto mengatakan kegiatan itu sengaja digelar setelah melihat banyaknya sepur kelinci, bentor dan Rice Mill yang melintas di beberapa ruas jalan utama. Padahal hal itu tidak diperbolehkan.

Sebab semua kendaraan tersebut tidak sesuai dengan peruntukannya jika mengacu pada undang-undang lalu lintas dan jalan raya.

“Dengan mengikuti forum lalu lintas, maka pihak pemilik dapat memahami dan memerintahkan pengemudi untuk tidak melintas atau mengangkut penumpang di jalan raya,” ungkap Kasatlantas kepada wartawan, Rabu (29/01/2020).

Sementara itu, Perwakilan Jasa Raharja Sukoharjo, Erwin menyatakan bahwa penggunaan semua tiga kendaraan di jalan raya tetap tidak dibenarkan. Bahkan, jika terjadi lakalantas yang menimbulkan korban jiwa pun tidak akan mendapatkan santunan dari Jasa Raharja.

“Untuk pengguna kendaraan sepur kelinci dan bentor atau rice mill jika terjadi lakalantas dengan korban meninggal, kami dari Jasa Raharja belum bisa memberikan santunan,” ungkapnya.

Pengamat transportasi Budi Yuliyanto mengaku prihatin dengan banyaknya sarana trasportasi illegal, terutama sepur kelinci dan bentor yang dipergunakan untuk angkutan umum.

“Terus terang kalau kami melihat di jalanan ada rombongan ibu-ibu dan anak-anak naik sepur kelinci, kami khawatir terjadi apa-apa,” tukasnya.

Oleh karena itu, jika satlantas akan menegakkan aturan melakukan tindakan tegas merupakan hal yang tepat. Sebab selama ini sepur kelinci sering terlibat lakalantas yang menimbulkan korban jiwa.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00