• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Sigap Polri

Sepanjang 2019, Tercatat 554 Korban Meninggal Dunia Akibat Laka Lantas di Subang

29 January
20:19 2020
1 Votes (4)

KBRN, Subang : Untuk menekan angka kecelakaan di wilayah hukum Polres Subang, selama tahun 2020. Polres Subang secara rutin menggelar Operasi Patuh Laluluntas.

Berdasarkan data laka lantas selama tahun 2019 di wilayah hukum Polres Subang, 554 korban meninggal dunia, 260 luka berat, dan 786 luka ringan, kerugian materi mencapai Rp1,7 milyar lebih.

Kapolres Subang AKBP Teddy Fanani melalui Kasat Lantas Polres Subang AKP Bambang Sumitro yang disampaikan KBO Lantas Polres Subang IPTU Ikin Sodikin. Operasi patuh lalulintas ini sebagai upaya dari Polres Subang dalam menegakkan disiplin berlalulintas.

Karena secara kasat mata masih banyak pengguna jalan yang melakukan pelanggaran lalulintas. Seperti tidak menggunakan helm, tidak membawa surat-surat kelengkapan kendaraan, bahkan masih banyak pengendara yang kendaraannya tidak sesuai ketentuan.

"Operasi rutin Satlantas Polres Subang, adalah untuk mencapai tujuan memimnya angka kecelakaan lalulintas. Karena semua pelanggaran yang dilakukan para pengguna jalan, menjadi slaah satu pemicu terjadinya kecelakaan lalulintas di wilayah hukum Polres Subang selama ini," ujar IPTU Ikin kepada Wartawan di Subang, Rabu (29/1/2020).

Operasi rutin patuh lalulintas ini juga kata Ikin, guna menciptakan disiplin dan ketertiban para pengguna jalan di wilayah Kabupaten Subang, agar terciptanyan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran berlalulintas (Kamseltibcarlantas).

"Operasi rutin patuh berlalulintas ini, kita gelar di sejumlah titik keramaian, sehingga operasi rutin ini akan lebih cepat tersosialisaikan kepada masyarakat, jangan takut sama polisi, tetapi harus takut jika terjadi kecelakaan akibat melanggar ketentuan lalulintas," imbuhnya.

Sementara itu Ikin mengungkapkan, selama operasi rutin patuh lalulintas yang sudah berjalan tiga pekan, banyak kendaraan yang terjaring sebanyak 2 ribu lebih, baik kendaraan roda dua maupun roda empat.

"Rata-rata pelanggar tidak menggunakan helm, tidak membawa SIM dan STNK, serta kelengkapan kendaraan lainnya," terang Ikin.

Untuk memberikan efek jera, sekaligus mengedukasi masyarakat dari semua pelanggaran itu dikatakan Ikin, polisi memberikan tindakan berupa penilangan di tempat.

"Tidak ada kata kompromi, demi penegakkan disiplin berlalulintas, semuanya pelanggar kita tilang, denda bayar di Bank, dan sidang di Pengadilan Negeri," pungkasnya.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00