• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Nasional

Pemerintah Masih Menunggu Perkembangan untuk Evakuasi WNI di Wuhan

29 January
19:54 2020
1 Votes (1)

KBRN, Cimahi : Sebanyak 93 warga negara Indonesia (WNI) masih tertahan di Wuhan China akibat kota diisolasi terkait wabah virus corona.

Hingga saat ini, pemerintah masih menunggu perkembangan selanjutnya untuk evakuasi, sambil tetap berkoordinasi dengan para WNI. Wuhan dan beber daerah lain di China masih diisolasi atas kemunculan wabah virus Corona," ujar Presiden Joko Widodo kepada wartawan yang menanyai usai mengungjungi Puskesmas Cimahi Selatan, di Jalan Baros Kota Cimahi, Rabu (29/1/2020).

Pemerintah Indonesia memiliki opsi untuk mengevakuasi WNI yang berada di sana.

"Yang berkaitan dengan evakuasi di Wuhan dan 15 kota lain, daerah itu masih di-lock (isolasi). Tentu saja pemerintah memiliki opsi evakuasi tapi kota itu masih dikunci," ujar Jokowi.

Penutupan semua pintu keluar-masuk Wuhan berlaku efektif mulai 23 Januari 2020 pukul 10.00. Penutupan pintu keluar-masuk untuk mencegah penyebaran virus Corona tipe baru.

"Sampai saat ini tidak ada laporan WNI di Kota Wuhan yang terjangkit virus Corona. Semua mahasiswa rata-rata tinggal di asrama dan selalu dalam pantauan kampus," katanya.

Jokowi menyebutkan, pemerintah melalui KBRI terus berkomunikasi dengan para WNI tersebut.

"Yang penting komunikasi KBRI dengan mahasiswa dan masyarakat Indonesia disana terjalin dengan baik," ungkapnya.

Pemerintah juga menjamin stok logistik bagi WNI tersebut.

"Dalam 4-5 hari ke depan akan kirim logistik," tuturnya.

Pemerintah menyatakan masyarakat dan pemangku kebijakan tetap waspada akan kemunculan virus corona di Indonesia.

"Yang penting waspada, terus hati-hati," pungkasnya.

Sementara dalam kunjungannya di Puskesmas Cimahi Selatan tersebut, Presiden Jokowi didampingi Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil dan Walikota Cimahi Ajay Muhammad Priatna, sempat melakukan dialog dengan warga dan para pelajar.

Menurut Jokowi, Puskesmas adalah Pusat Kesehatan Masyarakat bukan Pusat Pengobatan Masyarakat.

"Jadi Puskemas bukan pusat pengobatan masyarakat tetapi pusat kegiatan untuk mencegah penyakit, artinya mencegah lebih baik daripada mengobati,"ujarnya.

Tidak hanya melihat pelayanan rumah sakit, Presiden Jokowi bahkan berkenan memberikan tetes vitamin A kepada balita dan melihat aktivitas penimbangan balita.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00