• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Ekonomi

Said Didu Prediksi Kasus Jiwasraya akan Merembet ke BUMN Sektor Konstruksi

29 January
19:48 2020
0 Votes (0)

KBRN, Jakarta : Ikatan Alumni Universitas Indomesia (Iluni UI) hari ini menggelar acara diskusi seputar permasalahan yang sedang dialami sejumlah perusahaan asuransi. Acara diskusi tersebut berlangsung di Kantor Sekretariat Iluni UI, Kampus UI Salemba, Jakarta Pusat. 

Salah satu pembicara yang hadir dalam acara diskusi adalah Said Didu. Yang bersangkutan sebelumnya diketahui merupakan mantan Sekretaris Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Dalam kesempatan ini, Said Didu memperkirakan atau memprediksi bahwa permasalahan yang saat ini sedang terjadi pada sejunlah asuransi diperkirakan akan merembet ke sektor lain setelah kasus dugaan penyelewengan dana nasabah terjadi pada PT Asuransi Jiwasraya dan asuransi lainnya terungkap.

“Saya sudah membaca akan terjadi ledakan di BUMN pada akhir 2019, saya prediksi ledakan itu ada di BUMN sektor konstruksi tapi malah terjadi di justru asuransi. Saya was-was dan menduga BUMN konstruksi akan meledak pada pertengahan 2020,” kata Said Didu di Kampus Universitas Indonesia, Salemba, Jakarta, Rabu (29/1/2020).

Saat ditanya wartawan lebih rinci apa yang dimaksud, Said Didu tidak merinci BUMN konstruksi mana saja yang akan mengalami persoalan besar seperti yang saat ini sedang terjadi pada beberapa perusahaan asuransi. Namun demikian, dalam paparan diskusi ini Said Didu meyakini bahwa apa yang akan terjadi pada perusahaan konstruksi itu yang jelas sedang berada dalam lingkaran oligarki kekuasaan.

Menurut Said Didu, hal ini terjadi akibat imbas dari oligarki kekuasaan ini akan membuat Indonesia menghadapi sebuah fenomena yang bernama “infrastruktur trap” atau perangkap infrastruktur.

“Kemungkinan kita akan menemukan Bandara Kertajati berikutnya, ada jalan tol tapi tidak dilintasi kendaraan. Mohon maaf tol Becakayu memang mangkrak karena dalam perencanaannya salah, namun pemerintah saat ini merasa berhasil melanjutkan proyek itu” pungkas Said Didu.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00