• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Nasional

WNI Minta Dievakuasi dari Wuhan, Sejauh Mana Pemerintah RI Merespon?

29 January
19:46 2020
0 Votes (0)

KBRN, Jakarta : Hampir sebulan penyebaran 2019-nCov atau virus Corona, membuat kekhawatiran luar biasa tidak hanya di Kota Wuhan, Provinsi Hubei, Tiongkok, lokasi di mana kasus pertama kali ditemukan, tetapi juga sejumlah negara di luar Tiongkok, telah mengonfirmasi terdapat warganya yang tertular virus tersebut.

Warga Negara Indonesia (WNI) pun tidak luput menjadi sorotan, sebab sebanyak 243 orang dengan didominasi oleh mahasiswa itu, berada di kota-kota yang dikarantina oleh pemerintah Tiongkok di provinsi Hubei seperti di kota Wuhan.

Salah seorang mahasiswa asal Medan di kota Wuhan, Yulia Nova, mengatakan, seluruh WNI di kota Wuhan mengharapkan segera dievakuasi oleh pemerintah, sebab masih diselimuti kekhawatiran berada di kota “sarang” virus Corona.

“Kita juga seluruh orang Indonesia dan teman-teman internasional lain juga masih menunggu embassy (Kedutaan Besar) nya, untuk mengeluarkan dia dari kota bervirus ini. Seluruh orang Indonesi ga mau tinggal di sini,” ungkap Yulia Nova dalam sesi wawancara langsung di PRO 3 RRI, Rabu (29/1/2020).

Yulia Nova menambahkan, sejak Kota Wuhan di lockdown (kunci), komunikasi antar mahasiswa terus dilakukan intensif melalui grup media sosial. “Di sini ada 102 WNI,  ini kebanyakan pelajar di tujuh universitas tidak salah, dan masing-masing kami bikin grup. Dan, masing-masing ketua ranting juga bikin grup dengan KBRI Beijing untuk memudahkan komunikasi kami,” jelasnya.

Terkait dengan banyaknya desakan dari dalam negeri agar pemerintah segera melakukan evakuasi terhadap 243 WNI di Provinsi Hubei, Plt Juru Bicara Kementerian Luar Negeri RI, Teuku Faizasyah mengatakan, pemerintah RI saat ini secara efektif dan mengaktifkan komunikasi bersama otoritas Tiongkok, termasuk komunikasi serupa dilakukan bersama perwakilan Tiongkok di Jakarta terkait opsi evakuasi.

“Kita tidak dalam posisi membanding-bandingkan suatu negara dengan negara lain. Yang hanya bisa kami sampaikan atas semua sistem bekerja pada saat sekarang dan pemerintah melalui KBRI telah ditugaskan secara khusus oleh Menteri Luar Negeri efektifkan dan mengaktifkan komunikasi dengan otoritas Tiongkok. Sama halnya pesan yang sama telah kita juga sampaikan kepada pihak perwakilan Tiongkok di Jakarta,” jelas Teuku Faizasyah yang ditemui usai penyarahan bantuan 10 ribu masker di Kementerian Luar Negeri, Rabu (29/1/2020), di Jakarta.

Meski demikian, Faizasyah enggan merinci, kapan evakuasi WNI dari provinsi Hubei dilakukan. “Saya tidak mau mendahului ya berapa dekat seberapa jauh ya, Tapi semua disiapkan, mudah-mudahan dengan waktu yang relatif cepat semuanya,” ujarnya.

Sedangkan terkait prosedur penerimaan para WNI dari Tiongkok berpeluang dikarantin atau tidak setibanya di dalam negeri, menurut Faizasyah, hal itu akan diputuskan lebih lanjut dengan melibatkan pihak-pihak terkait.

“Banyak hal yang memang harus didiskusikan tidak pada level Kementerian Luar Negeri saja. Namun, kita melihat praktek-praktek yang berlangsung saat sekarang mereka yang dievakuasi dalam prosesnya ada dua proses karantina di Tiongkok yang keluar dari wilayah terdampak dikarantina di Tiongkok dan kemudian bisa saja dikarantina lebih lanjut di negara tujuan. Ini kita juga memperhatikan praktek-praktek di masa lalu dan posisi yang dilakukan,” terang Faizasyah lagi.

Di tempat berbeda, Wakil Presiden RI, Ma’ruf Amin menyebut hingga saat ini pemerintah Indonesia masih menunggu sikap dari otoritas Tiongkok, terkait opsi evakuasi yang akan diambil oleh pemerintah menyelamatkan 243 WNI.

“Jadi, akibatnya semuanya masih menunggu sikap pemerintah Tiongkok. Jadi, memang situasi ini karena dia dijadikan sebagai daerah isolasi, tapi pemerintah kita siap untuk kalau kemungkinan sudah mungkin kita akan evakuasi,” imbuhnya.

Wapres turut menekankan yang terpenting saat ini adalah memastikan kondisi para WNI khususnya para mahasiswa dalam keadaan baik, selama berada di kota-kota yang dikarantina.

“Tapi, pemerintah terus memperhatikan anak-anak kita terutama yang di Wuhan, kalau tidak salah ada 100 orang, 84-nya itu mahasiswa dan kita membangun logistiknya melalui pusat-pusa kita di Tiongkok,” terang Wapres lagi.

Sementara, pekan ini pemerintah telah mengadakan rapat koordinasi menyikapi penyebaran virus Corona termasuk memfokuskan membahas penanganan 243 WNI di provinsi Hubei, Tiongkok. TNI Angkatan Udara sendiri telah menyiapkan 3 unit pesawat yang akan digunakan untuk proses evakuasi nantinya. Kementerian Kesehatan menyiapkan setidaknya 100 rumah sakit, dalam upaya penanganan virus Corona. Termasuk, pengiriman 10 ribu lembar masker N95 yang diterbangkan menggunakan maskapai Garuda, Rabu (29/1/2020) menuju Beijing, serta bantuan finansial sebesar lebih dari Rp 133 juta yang digunakan untuk membeli berbagai kebutuhan makanan bagi WNI yang tersebar di kota Wuhan, Xianing, Huangshi. Jingzhou, Xianyang, Enshi, yang merupakan kota-kota yang dikarantina oleh pemerintah Tiongkok sejak pemberlakuan lockdown atau pengucian akibat penyebaran virus Corona yang semakin parah. (Foto:Dok. KemenluRI)

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00