• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Sigap Polri

Polres Subang Ringkus Pelaku Pencabulan Anak Di Bawah Umur

29 January
19:41 2020
1 Votes (5)

KBRN, Subang : Jajaran Satreskrim Polres Subang mengamankan AFN (41) pelaku pencabulan terhadap EMPAT Korban anak di bawah umur.

Kapolres Subang AKBP Teddy Fanani didampingi Kasat Reskrim Polres Subang AKP Deden A. Yani mengungkapkan, berawal dari laporan ayah korban ke polisi.

Selanjutnya polisi menindaklanjuti laporan ayah korban, untuk melakukan penangkapan AFN di rumah kontrakannya di Perum Ciater Village Desa Palasari Kecamatan Ciater Subang. Pelaku saat dilakukan penangkapan oleh polisi, tanpa melakukan perlawanan.

"AFN kami amankan, atas laporan ayah korban, atas dugaan perbuatan cabul terhadap anak di bawah umur, pelaku kami tangkap di rumah kontrakannya di Desa Palasari Ciater," ungkap AKBP Teddy kepada wartawan di Subang, Rabu (29/1/2020).

Pelaku yang merupakan warga Kabupaten Kampar Riau, saat dimintai keterangan oleh polisi kata Teddy, mengakui semua perbuatannya bejatnya itu. Bahkan pelaku mengakui tidak hanya mencabuli RN (13), tetapi juga ada 3 korban lainnya yaitu IS (13), MS (14), dan TR (15). Semua korban merupakan warga Subang.

"Dari keterangan pelaku, ternyata korbannya sudah 4 orang, semuanya merupakan anak di bawah umur," terangnya.

Kapolres menuturkan, kronologis awal diamankannya AFN pelaku pencabulan anak di bawah umur itu oleh polisi. Ketika ayah korban RN, hendak menjemput anaknya di kosant pelaku, karena pelaku sudah menggap RN sebagai anak angkat.

Namun saat menjeput itulah ayah korban memiliki kecurigaan saat anaknya di peluk dan pipinya dicium pelaku. Kemudian ayah korban cerita kepada tetangganya perihal aneh, yang dilakukan pelaku terhadap anaknya itu.

Selanjutnya ayah korban menanyakan kepada anaknya RN, dan RN bercerita bahwa sudah 17 kali dicabuli oleh pelaku. Karena diiming-imingi akan dibelikan sepeda motor, dan sering diberi uang jajan. Atas pengakuan anaknya itu ayah korban, langsung melaporkan kasus tersebut ke PPA Polres Subang.

"Atas dasar laporan ayah korban itulah, polisi langsung bergerak dan mengamankan pelaku," terang

Kapolres. Modus pencabulan yang dilakukan AFN terhadap para korbannya lanjut Teddy, pelaku diduga memiliki kelainan seks. Sehingga melakukan hal yang tidak sepantasnya dilakukan terhadap sesama jenis. Terlebih para korbannya merupakan anak di bawah umur.

"Dugaan sementara pelaku memiliki kelainnya seks, dan kelainan jiwa," imbuhnya.

Atas perbuatannya tersebut polisi menerapkan pasal 82 ayat 1 Jo pasal 76E UU RI No. 35 tahun 20014, atas perubahan UU RI No. 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak, Jo UU RI No. 17 tahun 2016 tentang penerapan peraturan pemerintah pengganti UU No. 23 tahun 2016, tentang perlindungan anak menjadi UU. Dengan ancaman minimal t tahun penjara, paling lama 1t tahun penajara. Dan denda paling banyak Rp.5 milyar.

"Pelaku kami ancam dengan UU RI tentang perlindungan anak, ancaman hukumannya minimal 5 tahun hingga 15 tahun penjara. Dan denda mencapai Rp5 milyar," pungkas Teddy.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00