• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Daerah

Guru Honorer Kab Cirebon Minta Pengakuan Pemerintah

29 January
19:36 2020
0 Votes (0)

KBRN, Cirebon : Terkait penghapusan honorer, Ketua DPRD Kabupaten Cirebon, H Moh Luthfi MSi mendukung perjuangan guru honorer berangkat ke Jakarta 20 Februari 2020.

"Kami dukung. Semoga perjuangan temen temen bisa jadi PNS dipermudah dan diperhatikan dengan mudah oleh Jokowi. Karena tidak masuk K2. Usianya diatas 35 tahun," ucap politisi PKB, usai menggelar audiensi bersama perwakilan honorer Kabupaten Cirebon, Rabu (29/1/2020).

Menurut Luthfi, legislatif akan terus memperjuangkan hak honorer.

"Karena kualitas anak bangsa ada di temen temen semua," ujar Luthfi. 

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Cirebon, Drs H Asdullah Anwar MM menjelaskan guru honorer ingin memperjuangkan agar bisa diakomodir masuk CPNS. Hanya saja, tersandung oleh aturan, mengingat usianya melebihi 35 tahun.

"Kalau berkaca pada aturan, mereka terganjal. Tidak bisa jadi PNS. Tuntutannya mereka, yang di atas 35 tahun diberi kesempatan," ucapnya. 

Kalau pun tidak, lanjut Asdullah, minimalnya mereka diberikan honor yang layak. Dianggarkan oleh APBN, bukan APBD. "Kira-kira sama dengan UMR. Ada Kepresnya. Sekdes, Bidan Desa mereka bisa, kenapa guru tidak. Tuntutannya begitu," kata dia.

Pihaknya mengaku telah mendukung honorer. Sejauh ini sudah memberikan insentif. Meski nilainya tidak seberapa, namun cukup sebagai bentuk perhatian. Saat ini pun sedang diupayakan, hanya masih terganjal aturan.

"Tinggal menunggu Perbup berkaitan dengam insentif honorer. Kasian. Sekarang hanya Rp 200 paling tinggi Rp 500 perbulan. Mereka harus kita dukung," ungkapnya.

Disinggung soal tuntutan honorer yang ingin dicantumkan besaran honor, diakui Asdullah, cukup sulit, manalala harus memaksakan sesuai dengan UMR. Makanya, hanya menyesuaikan kemampuan keuangan daerah.

"Minimalnya Rp 500 ribu saja. Kalau menuntut ke daerah honornya sesuai UMR kemungkinan sulit," tegasnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Guru dan Tenaga Kependidikan Honorer Non Kategori (GTKHNK) 35 Plus Wilayah X Jabar, Maman Surahman mengaku akan mengirimkan personil honorer dari Kabupaten Cirebon sebanyak-banyaknya pada saat Rapat Kerja Nasional (Rakernas) di Jakarta 20 Februari mendatang. 

"Kita akan sampaikan tuntutan, agar kami yang terhambat umur bisa diakomodir. Dari Cirebon setiap Kecamatan akan mengirimkan. Setidaknya 500 orang akan datang ke Jakarta," pungkasnya.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00