• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Nasional

Komisi XI DPR : PT ASABRI Ikut Investasi High Risk, Padahal Tidak Boleh Begitu

29 January
18:09 2020
1 Votes (5)

KBRN, Jakarta : Direktur Keuangan dan Investasi PT ASABRI, Rony Hanityo Apriyanto menyatakan pihaknya tengah membuat langkah-langkah untuk melakukan pemulihan aset saham dan investasi yang menurun hingga Rp 10,9 Triliun.

Hal ini disampaikan dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi XI DPR RI terkait permasalahan pengelolaan keuangan di PT ASABRI.

"Dari jumlah aset sendiri kita mengalami penurunan sekitar Rp 16 triliun, tapi sifatnya unrealize loss, kita sudah membuat langkah langkah recovery," ungkap Rony Hanityo Apriyanto dalam RDP di Gedung DPR RI, Jakarta, Rabu (29/1/2020).

Menanggapi hal ini, Anggota Komisi XI DPR RI, Andreas Eddy Susetyo mempertanyakan pengelolaan saham dan investasi PT ASABRI pada investasi high risk atau beresiko besar.

Andreas Eddy Susetyo politisi dari Fraksi PDI Perjuangan tersebut lantas menyebutkan, PT ASABRI selaku perusahaan asuransi harusnya mengambil investasi moderate risk atau resiko menengah saja.

"Mereka harus investasi yang profilenya high risk, ini sangat bahaya kalau pedomannya demikian, kita lihat Bumi Putra demikian, Jiwasraya demikian, ini ada masalah mendasar padahal untuk asuransi sosial tidak bisa, maksimal moderate risk," kata Andreas.

Komisi XI DPR RI menyebut penurunan nilai aset dan investasi PT ASABRI mencapai Rp 10,9 triliun, serta pengelolaan keuangannya yang kurang baik berpotensi menjadi kasus gagal bayar dana nasabah, seperti kasus Bumi Putra dan Jiwasraya.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00