• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Nasional

Puluhan Kucing Mati Mendadak Dikira Coronavirus, Ternyata Distemper

29 January
17:43 2020
0 Votes (0)

KBRN, Karanganyar : Sedikitnya 28 kucing milik warga Kecamatan Jaten, Kabupaten Karanganyar, mati mendadak dalam kurun waktu berdekatan, selama sepekan terakhir. Kondisi tersebut sempat membuat warga panik karena menduga terjangkit virus Corona.

Dikonfirmasi RRI, Pengawas Kesehatan Hewan Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan-Dispertan PP, Sutiyarmo membenarkan adanya kejadian puluhan kucing mati mendadak tersebut. Pihaknya mendapat laporan dari warga pada Selasa, kemarin.

"Memang benar, kemarin ada laporan dari warga bahwa ada kucing mati mendadak di wilayah Desa Jaten, dengan jumlah yang tidak wajar," jelas Sutiyarmo kepada RRI di ruang kerjanya, Rabu (29/1/2020).

Dalam laporan tersebut, terdapat 26 kucing milik warga yang ditemukan mati mendadak dan tersebar di sekitar desa Jaten dengan perincian; RT09 RW016 mati 17 ekor, RT10 tewas 3 ekor, RT14 cuma mati satu ekor, dan RT03 RW02 mencapai lima ekor.

Usai mendapatkan laporan, Lanjut Sutiyarmo, pihaknya langsung melakukan pengecekan lapangan yang kemudian sempat menemukan dua kucing dalam kondisi sakit dan langsung dibawa ke Pusekesmas Hewan untuk dilakukan observasi.

"Kita langsung terjun kelapangan untuk mengecek kondisi di sana, jadi memang sesuai dengan laporan, kita disana temukan ada dua kucing yang masih sakit, langsung kita bawa ke Puskeswan, untuk diobservasi. Selain itu kita juga kumpulkan keterangan data dari sejumlah warga, untuk memastikan penyebab kematian," katanya.

Dikatakan Sutiyarmo, setelah dilakukan pengecekan, penyebab kematian mendadak tersebut diperkirakan akibat penyakit Distemper yang disebabkan virus, lantaran gejala yang ditimbulkan seperti demam, muntah dan diare hingga meninggal dunia.

"Setelah mendapat informasi, kita temukan ada gejala sebelum kematian, seperti demam, panas, muntah, dan diare, itu gejala terkena Distemper," ungkapnya.

Namun, Sutiyarmo memastikan virus tersebut hanya menular sesama hewan dan tidak berbahaya bagi manusia.

"Penularan hanya dari hewan ke hewan, tidak ke manusia," imbuhnya.

Sutiyarmo mengatakan Penyakit Distemper tersebut memang sering muncul saat perubahan musim sehingga disarankan kepada warga untuk menjaga kondisi hewan peliharaan saat musim.

"Memang penyakit itu biasanya muncul saat perubahan musim seperti ini, jadi memang harus menjaga kondisi peliharaan, agar tidak mudah terjangkit," terangnya.

Selain itu, untuk sementara pihaknya menyarankan kepada pemilik hewan peliharaan khususnya kucing di wilayah tersebut untuk membatasi ruang gerak hewan peliharaannya dengan cara dikandangkan sementara. Selain itu juga menjaga kebersihan dan memberikan vaksinasi pada peliharan.

"Kita sudah mengimbau kepada warga setempat supaya kandangkan sementara peliharan kucingnya, agar tidak mudah tertular meskipun tetap masih ada celah terjangkit, juga kita suruh untuk diberi vaksinasi," tandasnya.

Untuk diketahui, Distemper atau biasa disebut Canine Distemper adalah penyakit virus yang menyerang berbagai keluarga hewan, termasuk spesies anjing liar dan domestik, coyote, rubah, panda, serigala, musang, sigung, musang, kucing dan kucing besar, serta pinniped, beberapa primata, dan berbagai spesies lainnya.

Distemper mempengaruhi beberapa sistem tubuh, termasuk saluran pencernaan dan saluran pernapasan, sumsum tulang belakang dan otak, dengan gejala umum yang meliputi demam tinggi, radang mata dan keluarnya mata / hidung, sesak napas dan batuk, muntah dan diare, kehilangan nafsu makan dan kelesuan, serta pengerasan hidung dan alas kaki. Infeksi virus dapat disertai dengan infeksi bakteri sekunder dan dapat menunjukkan gejala neurologis yang serius.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00