• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Daerah

Cabut Berkas Perkara, Oknum Polres Tapanuli Tengah Minta Rp 2 Juta

29 January
17:41 2020
0 Votes (0)

KBRN, Sibolga : Pelaku dan korban kecelakaan lalu lintas (laka lantas) mengaku diminta sejumlah uang oleh oknum Polisi Lalulintas (Polantas) Polres Tapanuli Tengah, dengan dalil pencabutan berkas perkara.

Uang yang diduga untuk pencabutan perkara lakalantas diminta oleh oknum Polantas berinisial 'J' dengan pangkat Aiptu, sebesar Rp 2 Juta setelah proses damai tertulis antara pelaku dan korban.

Surat perdamaian telah diserahkan oleh pelaku dan korban kepada oknum Polantas tersebut di kantor Satlantas Tapanuli Tengah berlokasi di Kota Sibolga.

"Kami dan keluarga pelaku sudah berdamai pada Minggu (26/1/2020) malam. Karena sama-sama orang susah bang," kata Ahli Baiti, istri korban, Rabu (29/1/2020).

"Surat perdamaian sudah kami serahkan bang, ke kantor Polantas. Sekaligus menyerahkan uang Rp 1 juta sesuai permintaan pak Aiptu J," ungkapnya.

Dijelaskan Baiti, uang pencabutan perkara laka lantas sebesar Rp 2 Juta diserahkan kepada oknum Aiptu J pada Senin (27/1/2020) siang, dan Rabu (29/1/2020) pagi.

"Kalau uang pertama Rp 1 Juta kami patungan bang, dari pelaku Rp 350 ribu, dari saya Rp 650 ribu. Uang kedua Rp 1 Juta dari pelaku diminta pak Aiptu J," jelas Baiti.

"Untuk biaya pencabutan berkas perkara sekaligus becak bermotor (betor) milik suami saya dan sepeda motor pelaku bisa keluar dari penahanan Polisi," bebernya.

Mirisnya, sebut Baiti, setelah uang Rp 2 Juta diserahkan kepada oknum Polantas, namun surat pengaduannya 12 Desember 2019 lalu, tak kunjung dicabut seperti yang dijanjikan.

"Anehnya lagi bang, pengakuan oknum Polantas kepada Boru Pardede, ibu kandung pelaku, perkara akan dicabut dua minggu lagi. Padahal, uang sudah diserahkan," sebut Baiti.

Sebelumnya, Andreas (pelajar SMP), anak Boru Pardede saat mengemudikan sepeda motor menabrak korban Irham Tarihoran, suami dari Baiti pada 10 Desember 2019 lalu.

Peristiwa laka lantas terjadi di Simpang Pondok Batu Sarudik, Tapanuli Tengah, yang menyebabkan korban yang berprofesi sebagai penarik betor mengalami luka patah tulang di bagian kaki.

Hingga berita ini diturunkan, Kapolres Tapanuli Tengah, AKBP Sukamat belum memberikan keterangan resmi, soal ulah dari oknum Polantas tersebut.

Rekomendasi Berita
tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00