• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Daerah

Pemkab Bogor Latih Kader dan Bentuk Satgas Tangani Stunting

29 January
17:13 2020
0 Votes (0)

KBRN, Bogor : Masalah Stunting atau lambannya tumbuh kembang anak menjadi perhatian serius pemerintah kabupaten Bogor. Ada 11  kecamatan yang memerlukan edukasi dan pengetahuan khusus untuk menanganinya.

Salah satu penggerak terdepan adalah Kader PKK atau Program Kesejahteraan Keluarga.  

Sebanyak 120 lebih orang kader PKK dari 11 Kecamatan itupun di kumpulkan di Megamendung Puncak Bogor di latih dalam penanganan suspect  bayi dan balita stunting yang menjadi penerima manfaat di lingkungannya. 

Di kabupaten Bogor tercatat ada 32,9 persen atau 282.627 balita dari 859.501 mengalami stunting atau lambatnya tumbuh kembang anak atau biasa di kenal dengan istilah kuntet.

Tenaga Ahli pemberdayaan Masyarakat Kementrian Desa dan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi M Sengki mengungkapkan akar persoalan stunting pada tingkat ekonomi rumah tangga. 

Kurangnya nutrisi dan asupan gizi ibu hamil hingga melahirkan menjadi masalah yang fundamental,   masalah lainnya adalah factor genetika yang di bawa sang bayi.

Dari 160 kota dan kabupaten di Indonesia kabupaten Bogor adalah salah satunya. Banyaknya  suspect stunting juga sebanding dengan banyaknya jumlah penduduk yang mencapai 6 juta jiwa  yang termasuk terbesar untuk tingkat kabupaten di Indonesia. 

"Stunting itu kadang di anggap biasa saja oleh warga masyarakat , padahal di balik masalah tersebut ada dampak besar lainnya yang akan membebani ekonomi keluarga mereka dan tidak ada obatnya , cara satu satunya di mulai dari keluarga, rumah tangga dan lingkungannya,” kata Sengki, Rabu (29/01/2020).

Pola asuh dan  psikologi motoric pada masa emas anak antara 0 hingga 2 tahun menjadi prioritas untuk di kawal dengan seksama melalui Posyandu di tingkat Desa hingga RT dan RW. 

Pemerintah kabupaten Bogor berkomitmen meningkatkan derajat bagi masyarakatnya,  itulah ungkapan Sekretaris Daerah kabupaten Bogor Burhanudin usai membuka Woekshop dan Seminar para Penggerak PKK.

Masalah stunting tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah saja melainkan kembali pada pola hidup bersih dan sehat bagi masyarakat.

"Saya perintahkan kepada camat kalau ada lahan pemerintah tidak terpakai bangun posyandu dan kepada kepala desa tolong ADD nya di prioritaskan untuk program PKK khususunya penanganan stanting untuk yang 11 tadi itu kita pemerintah punya banyak program dan itu harus benar benar di jalankan serius,” ujar Sekda Burhanudin menegaskan.

Posyandu menjadi garda terdepan tidak hanya persoalan stunting saja namun juga persiapan bagi generasi emas di kabupaten Bogor. Pola kerja dan insentif serta perangkat infrastruktur posyandu di kabupaten Bogor akan lebih di tingkatkan melayani ibu hamil, bayi dan balita.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00