• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Sigap Polri

Sedang Berduaan, Sepasang Kekasih di Semarang Malah Jadi Korban Perampasan

29 January
17:32 2020
0 Votes (0)

KBRN, Semarang : Sepasang kekasih menjadi korban perampasan di Taman Tugu Dukuh Gilisari Kelurahan Purwosari Kecamatan Mijen Kota Semarang. Adapun tersangka berjumlah dua orang berinisial WST dan AB warga Ngaliyan Semarang mengaku sebagai petugas untuk menakuti korban.

Kanit Reskrim Polsek Mijen Semarang AKP. Budi Purnomo ketika ditemui RRI di ruangannya mengatakan, perampasan bermula korban berinisial HEN dan AAS sedang berduaan di Taman Tugu. Ketika kondisi sepi, tersangka WST dan AB menghampiri korban dan meminta handphone korban sembari mengaku sebagai petugas.

“Tersangka WST berperan sebagai eksekutor, sedangkan AB sebagai joki,” terangnya, Rabu (29/1/2020).

Ketika melakukan perampasan, korban sempat melakukan perlawanan terhadap tersangka WST. Namun, WST menghardik korban dengan mengatakan akan membawa ke kantor.

“WST merampas handphone korban sambil menghardik untuk ikut ke kantor, korban pun berpikir tersangka WST adalah petugas kepolisian,” ujarnya.

Meski seusai merampas, dijelaskan AKP Budi Purnomo korban sempat mengejar pelaku, namun kehilangan jejak ketika sampai di daerah Polaman. Meski demikian, atas ciri-ciri pelaku yang dilaporkan korban ke Polsek Mijen , kurang dari 24 jam tersangka berhasil diringkus.

“Usai laporan korban, jajaran kami langsung melakukan penyelidikan dan tersangka WST dan AB berhasil diringkus dirumahnya masing-masing,” tegasnya.

Atas tindak kejahatan tersebut, polisi mengamankan barang bukti empat buah handphone dan satu unit sepeda motor tanpa plat nomor. Sedangkan pencurian dengan pemberatan yang dilakukan kedua tersangka WTS dan AB, polisi mengenakan pasal 363 ayat (1) ke-4 KUHP dengan ancaman 5 tahun kurungan penjara.

Sementara itu, salah satu tersangka WST mengaku melakukan perampasan karena ingin memberikan handphone kepada anaknya. Menurutnya, pekerjaannya sebagai penjual air mineral, tidak cukup untuk membeli handphone.

“Saya merampas bukan untuk dijual atau terdesak ekonomi, namun karena tidak bisa membeli handphone untuk anak dirumah,” tuturnya.

  • Tentang Penulis

    Syamsudin

    Tak Perlu Memikirkan Kemana Akan Berlabuh, Pikirkan Saja Jalan Mana Yang Akan Ditempuh

  • Tentang Editor

    Syarif Hasan Salampessy

    Redaktur Puspem LPP RRI

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00