• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Ekonomi

Tragedi Virus Corona Menambah Ketidakpastian Ekonomi Global

29 January
16:57 2020
0 Votes (0)

KBRN, Surabaya : Mewabahnya virus Corona ke beberapa negara dunia diyakini berdampak terhadap perekonomian global. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, virus Corona menambah ketidakpastian global yang saat ini sudah dibayangi oleh disrupsi manufaktur global dan tensi geopolitik.

"Yang pasti ini menjadi ketidakpastian baru setelah ekonomi global selama ini mendapat ketidakpastian dari perang dagang Amerika Serikat dan China," kata Menteri Koordinator Bidang Perekenomian RI, Airlangga Hartarto, dalam Kuliah Umum di Aula Fajar Notonegoro, Lt 2, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unair, Kampus B, Rabu (29/1/2020).

Dalam paparannya, Menteri Airlangga Hartarto menyampaikan isu krusial virus Corona di China yang mengganggu ekonomi global. Walaupun trade war AS dan China sudah mereda, ternyata Corona tetap mengkhawatirkan dunia.

"Ditambah politik Jepang dan Korea menambah ketidakpastian ekonomi," jelasnya.

Bagi Indonesia, berbagai persoalan itu sebenarnya tidak berpengaruh, karena perekonomian di Kawasan ASEAN justru sangat stabil.

Sementara itu, Rektor Unair M. Nasih mengatakan, Indonesia masih mampu mengalami pertumbuhan yang signifikan diatas rata rata dunia. IMF memperkirakan pertumbuhan di kisaran 4,9% dan tahun ini juga diharapkan pertumbuhan Indonesia bisa tetap tumbuh hingga diatas 5%.

"Hanya ada beberapa tantangan yang harus dihadapi bersama. Salah satunya adalah Wabah Corona di China. Corona ini berpotensi melambatkan pertumbuhan ekonomi utamanya yang berasal dari China," ungkapnya.

Tantangan kedua adalah terjadinya kesenjangan, dimana indeks inklusifitas masih kalah dengan Malaysia.

"Sehingga ke depan indeks inklusifitas ini akan ditata agar kesenjangan antar kelompok, masyarakat, bisa diperhatikan," ungkapnya.

Menurutnya, dalam proses pembangunan ekonomi tentu butuh peran semua pihak. Dan salah satu sumber inovasi yang tinggi itu ada di universitas.

Adapun kuliah umum dengan tema 'Arah Perkembangan Perekenomian Indonesia Ke Depan dalam Mewujudkan Perekonomian yang Inklusif dan Berkelanjutan' tersebut dihadiri Wakil Ketua Komisi III DPR RI Adis Kadir, dan Wakil Ketua DPRD Jatim Sahat Tua Simanjuntak, bersama sekitar 800 peserta.

Pemerintah Pacu Investasi

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan pemerintah akan menggenjot investasi agar ekonomi Indonesia tumbuh sebesar enam persen sesuai target pembangunan menengah 2020-2024.

"Ini akibatnya tingkat investasi itu harus bertambah jadi driver-nya adalah pertumbuhan," katanya saat memberikan kuliah Umum di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Airlangga Surabaya, Rabu, (29/1/2020).

Untuk mendorong investasi itu, Menko Airlangga menjelaskan pemerintah mengambil sejumlah kebijakan, di antaranya moneter dengan tingkat bunga rendah karena penurunan suku bunga acuan dari Bank Indonesia. Selain itu, lanjut dia, kebijakan fiskal dengan memberikan pengurangan pajak berupa super deduction tax dan tax holiday serta reformasi struktural dalam Omnibus Law.

Super deduction tax, lanjut Menko, diberikan kepada korporasi yang membantu pendidikan vokasi atau pelatihan dengan pemotongan pajak sebesar 200 persen. Sedangkan sampai Desember 2019, lanjut dia, pemerintah menyetujui 60 wajib pajak mendapatkan insentif pajak berupa tax holiday dengan rencana investasi Rp 1.000 triliun dan menyerap tenaga kerja diperkirakan mencapai 45.700 orang.

"Pemerintah mendorong iklim investasi, kami lihat dari peningkatan daya saing ekonomi dan dari ease of doing business," kata Airlangga Hartarto.

Sedangkan nilai investasi 2020, Menko Perekonomian menyebut pemerintah menargetkan capaian Rp 800 triliun dengan penyerapan tenaga kerja per tahun diharapkan mencapai sekitar dua juta orang.

Airlangga menambahkan, hingga triwulan ketiga 2019, nilai investasi mencapai Rp 205 triliun atau naik 18 persen jika dibandingkan periode sama tahun sebelumnya dengan menyerap tenaga kerja mencapai 212.581 orang.

Dalam kesempatan itu, Airlangga juga mengatakan, di tengah situasi perekonomian global yang tidak pasti, ekonomi Indonesia selama 2019 justru mampu tumbuh positif pada kisaran lima persen.

Pertumbuhan ekonomi Indonesia itu, kata dia, juga turut memberikan andil bagi kinerja kawasan ASEAN yang menjadi satu-satu kawasan yang mencatatkan pertumbuhan ekonomi positif.

"Jadi Indonesia sangat positif dengan tumbuh lima persen dalam 10-15 tahun. Dengan begitu, Indonesia dan ASEAN menjadi kunci perekonomian di region ini," pungkasnya.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00