• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Sigap Polri

Polda Malut Ringkus Pengedar Sabu Jaringan Lapas Ternate

29 January
14:28 2020
0 Votes (0)

KBRN, Ternate: Tiga terduga pengedar narkotika golongan satu jenis ganja dan sabu kembali diringkus Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Maluku Utara (Malut).

Tiga terduga tersangka dengan inisial masing-masing RD alias Ian (25), AR alias Ido (26) dan JA alias Ipi (27) tersebut diringkus pada waktu dan lokasi yang berbeda.

Direktir Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Malut, Kombes Pol Setiadi Sulaksono didampingi Kabid Humas, AKBP Adip Rojikan dalam pres release, Rabu (29/1/2020) menyatakan, penangkapan terhadap tiga terduga tersangka kasus penyalahgunaan narkotika tersebut merupakan hasil tindak-lanjut atau Control Delivery atas laporan masyarakat yang masuk dan berhasil mengamankan sejumlah barang bukti sabu dengan barat 19,06 gram dan ganja 1,69 gram.

Dari tiga terduga tersangka ini menurut Dirnarkoba Polda Malut, penangkapan pertama dilakukan terhadap tersangka RD alias Ian dan AR alias Ido yang merupakan pegawai kontrak pada Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) pada (27/1/2020) yang bertempat di dalam ruang jasa pengiriman barang yang berada belakang Keraton Kesultanan Ternate Kelurahan Soa, Kecamatan Kota Ternate Utara.

Dari tangan kedua tersangka ini, anggota berhasil mengamankan sejumlah alat bukti berupa 1 dus HP, 1 sachet plastik sedang warna bening yang berisi Narkotika jenis shabu dengan berat 19,06 gram.

“Shabu yang dijemput pada salah satu jasa pengiriman barang itu merupakan shabu milik salah satu napi dengan inisial RD penghuni Lapas Kelasa IIA Ternate yang dikirim dari Jakarta,” ungkap Dirnarkoba.

Sementara untuk tersangka AM lanjut Setiadi, diringkus pada (18/1/2020) bertempat di jalan raya jembatan Kelurahan Kota Baru, Kecamatan Kota Ternate Tengah dengan barang bukti ganja seberat 1,69 gram beserta 1 HP.

Setiadi juga menegaskan, untuk terduga tersangka AR yang merupakan pegawai kontrak di DPMPTSP Malut, dari hasil penyelidikan merupakan kaki tangan dari salah satu napi dengan inisial RO yang ada di Lapas Ternate.

“RO itu adalah napi kasus narkoba, dan dia yang kendalikan sabu dari dalam Lapas baru dijemput oleh AR, karena AR merupakan kaki tangan yang bersangkutan,” tegasnya.

Orang nomor satu di Ditresnarkoba Polda Malut juga menegaskan, RD dan AR memiliki peran masing-masing dalam melakukan Tra saksi narkoba.

“RD yang jemput barang di jasa pengiriman dan kemudian dia dan AR yang membagi barang untuk diedarkan sesuai permintaan,” katanya.

Cara edar sabu tersebut juga terbilang sangat berbeda karena menggunakan sistem lempar pada lokasi yang sudah dijanjikan dan uang kirim melalui rekening.

“Modusnya ini pembeli melakukan komonikasi dengan RO (Napi-red) dan kemudian RO menelepon mereka untuk dilempar ke lokasi yang ditentukan sementara uang langsung di transfer ke rekening RO,” jelasnya.

Untuk membongkar sabu jaringan Lapas tersebut lanjut Setiadi, pihaknya juga akan memintai keterangan terhadap beberapa perugas sipir di Lapas terutama yang melaksanakan tugas.

“Mereka akan kita mintai keterangan terkait dengan HP yang lolos ke dalam, karena RD ini melakukan komonikasi dengan orang luar melalui komonikasi HP,” akunya.

Saat ini lanjut Setiadi, para terduga tersangka ini masih terus dimintai keterangan untuk mengetahui keterlibatan pihak lain.

“Atas perbuatan tersebut, RD dan AR disangkakan dengan pasal 112 Ayat (1) dan pasal 114 ayat (1) sementara JA, disangkakan dengan pasal 111 ayat (1), UU RI No 35 tahun 2009 tentang narkotika,” tegasnya.

Sementara itu secara terpisah Kepala DPMPTSP Malut, Nirwan MT.Ali mengaku AR tidak lagi menjadi pegawai kontrak DPMPTSP Malut karena kontraknya sudah berakhir pada Desember 2019 kemarin.

“Iya dia 2019 kota memang ada dua orang pegawai kontrak untuk IT tetapi kontraknya itu sudah berakhir pada 2019 dan tidak dilanjutkan ke 2020 lagi,” pungkasnya.

Hingga berita ini terpublis di RRI.co.id, kepala Lapas Ternate Muji Widodo belum memberikan keterangan resmi terkait keterlibatan salah satu napi inisial RO meski sudah dihubungi via henpon.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00