• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Kumham

Polisi Bantah Siksa Luthfi Alfiandi

29 January
11:46 2020
1 Votes (4)

KBRN, Jakarta : Kasat Reskrim Polres Jakarta Barat, Kompol Teuku Arsya Khadafi angkat bicara terkait pemeriksaan lima penyidik kasus Dede Luthfi Alfiandi. Luthfi sebagai terdakwa kasus dugaan pelemparan batu kepada aparat keamanan memberikan pernyataan persidangan bahwa terdapat penyiksaan saat ditangkap polisi, pada September 2019.

"Ada. Klarifikasi, karena yang bersangkutan tersebut sudah diklarifikasi, sudah dicek," kata Arsya kepada RRI.co.id, Rabu (29/1/2020).

Hasil pemeriksaan terhadap sejumlah penyidik Polres Jakarta Barat itu juga disampaikan Arsya. Kesaksian Luthfi sebagai terdakwa yang banyak didukung aktivis hak asasi manusia (HAM) ini, kembali dipertentangkan.

Baca juga : Kapolda Metro Jaya Pastikan Pengungkapan Dugaan Penyiksaan Penyidik Terhadap Luthfi Alfiandi

"Fakta fakta yang disampaikan Luthfi itu, tidak ada kebenarannya. Fakta kebenarannya enggak ada, karena pada saat itu, mereka dalam keadaan semua ramai ramai, sama sama di aula (Polres Jakarta Barat, red)," ucap Arsya.

Bahkan, Arsya mengatakan pemeriksaan Luthfi sejak pertama kali digelandang ke Polres Jakarta Barat, dia telah didampingi kuasa hukum. Dia mengklaim, para penyidik dan anggota Polres Jakarta Barat memberikan perlakuan baik kepada Luthfi.

"Terhadap tersangka juga diperlakukan sebagai anak yang berhadapan dengan hukum. Jadi, kalau disampaikan ada kekerasan, enggak mungkin itu terjadi," kata dia.

Adapula alasan yang diberikan Kompol Arsya ini ketika ditanyakan kembali terkait mungkin atau tidak mungkin kekerasan dilakukan penyidik kepada Luthfi.

Baca juga : Dipenjara Bukan Karena Bawa Bendera, Luthfi Alfiandi Sudah Jadi Tahanan Kejari

"Tempatnya tidak memungkinkan. Tidak mungkin, karena posisinya dia terbuka, selalu sama sama yang lain, ada difoto juga, ada penasihat hukumnya. Dan kami ada sih, dari keterangan orang yang lagi bersama-sama dia (Luthfi) saat pemeriksaan itu, menyatakan tidak ada (penyiksaan, red)," ujar Arsya.

"Bahkan, semua diperlakukan dengan baik, kok" sambung Arsya.

Sedangkan, terkait jumlah penyidik yang diperiksa, Arsya menutup rapat. Walaupun, Humas Mabes Polri menginformasikan, Selasa (28/1/2020) kemarin, terdapat lima orang penyidik yang diperiksa terkait kasus dugaan kekerasan terhadap Luthfi yang berusia 20 tahun saat ditangkap.

"Ya, itu kaitan internal, saya tidak bisa sampaikan," katanya.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00