• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Kumham

KPK Periksa Cak Imin Terkait Kasus Suap Proyek Kementerian PUPR

29 January
11:03 2020
0 Votes (0)

KBRN, Jakarta : Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) hari ini dijadwalkan memanggil sekaligus memanggil Muhaimin Iskandar atau Cak Imin. Yang bersangkutan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Hong Arta John Alfred dalam kasus suap proyek di Kementrian Pekerjaan Umum dam Perumahan Rakyat (PUPR).

Pelaksana Tugas (Plt) Juru Bicara KPK Ali Fikri saat ditanya wartawan di Jakarta mengatakan Muhaimin rencananya akan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka HA (Hong Artha John Alfred). 

"Muhaimin Iskandar (Anggota DPR-RI) dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) diperiksa dalam kapasitasnya sebagai saksi untuk tersangka HA (Hong Arta)” kata Ali Fikri di Jakarta, Rabu (29/1/2020).

Ali Fikri mengatakan Hong Artha merupakan seorang tersangka kasus Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) karena menerima hadiah terkait proyek di Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Tahun Anggaran (TA) 2016.

Sementara itu Cak Imin tampak terlihat tiba di Gedung KPK Jl Kuningan Persada, Kuningan, Jakarta Selatan.Ketua Umum PKB itu terlihat memakai pakaian hitam.

Cak Imin terlihat didampingi sejumlah teman dan sahabat. Diantaranya mamtan Menaker Hanif Dhakiri hingga mantan Mendes PDTT Eko Putro Sanjojo. Namun kedua mantan menteri itu hanya mengantar hingga lobi KPK. 

Sementara itu pemanggilan Cak Imin dibutuhkan sebagai saksi terkait kasus dugaan suap proyek Kementerian PUPR. 

Kasus ini awalnya diungkap pada saat KPK menangkap tangan Damayanti Wisnu Putranti, yang saat itu masih menjadi anggota DPR dari Fraksi PDIP.Damayanti diduga menerima suap terkait pengerjaan proyek jalan yang ditangani Kementerian PUPR.

KPK kemudian mengembangkan kasus ini, hingga saat ini sudah ada 12 orang tersangka yang diduga  terlibat dalam kasus ini, termasuk diantaranya pengusaha Hong Arta John Alfred.

Yang bersangkutan (Hong Arta John Alfred) diketahui merupakan Direktur dan Komisaris PT SR (PT Sharleen Raya JECO Group). Hong diduga memberi suap kepada mantan Kepala Balai Pelaksana Jalan dan Jembatan Nasional (BPJJN) Wilayah IX Amran Mustary dan Damayanti

KPK menduga Hong Arta memberi suap Rp 8 miliar dan Rp 2,6 miliar kepada Amran. Hing juga diduga memberi suap serta Rp 1 miliar kepada Damayanti Wisnu Putranti.


tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00