• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Info Publik

Pasien TB yang Ingin Sembuh Dapat Dibedah Rumahnya

29 January
09:55 2020
1 Votes (5)

KBRN, Bandung : Kementerian Kesehatan Republik Indonesia berupaya menjemput bola untuk menurunkan angka kasus TBC di tanah air. Salah satu yang dilakukan pemerintah melalui renovasi rumah tidak layak huni (rutilahu) di daerah yang padat penduduknya. Teknisnya, pemerintah daerah dan dinas terkait mencari rumah yang tidak sehat dan dihuni oleh penderita suspect TB atau tuberkulosis namun mau berusaha untuk sembuh. 

Ketua Yayasan Arsitektur Hijau Nusantara (Yahintara) Ruli Oktavian yang menjadi penghubung arsitek menjelaskan pembangunan rumah yang layak untuk pasien TB memang tidak murah karena contohnya saja ada 10ribu rumah di Kabupaten Garut yang perlu di bedah sehingga menjadi rumah yang layak huni. 

"Rutilahu itu menjadi faktor pemicu kenapa orang tersebut terjangkit kuman TB, kita temui beberapa rumah tanpa ventilasi atau jendela dan itu sangat pengap dan lembab, sehingga sinar matahari tidak masuk ke dalam rumah. Padahal, bakteri TBC hanya akan mati oleh sinar matahari," kata Ruli kepada RRI, di Cimahi Techno Park Bandung, Rabu (29/1/2020).

Atas dasar itu, Ruli menjelaskan pihaknya bekerjasama dengan organisasi perempuan peduli TBC, Aisyiyah untuk mencari siapa saja yang berhak dibangun rumahnya. 

“Lahannya disediakan Aisyiyah, organisasi perempuan peduli TBC. Sedangkan untuk biaya pembangunan rumah singgah, diperkirakan sekitar Rp20 hingga Rp50 juta dan diperoleh dari para donatur," katanya. 

Baca juga :Nurdin Pasien TB Sembuh yang Dibedah Rumahnya

Ruli juga mengatakan saat rumah pasien TB dibedah,  maka seluruh keluarganya dipindahkan ke rumah singgah yang nantinya di rumah singgah penderita TBC dapat berkonsultasi tanpa harus ke rumah sakit.

“Penderita diisolasi selama 2 bulan minimal dua minggu di rumah singgah, agar bakterinya tidak menyebar,” ujarnya.

Sementara salah satu keluarga di Kabupaten Garut yang telah dibedah rumahnya ialah Nurdin (36) pasien TB sembuh yang menerima bantuan dari pemkab Garut Jawa Barat. 

Baca juga : Kasus TB di Garut Tinggi, Rutilahu Penyebabnya

Nurdin mengatakan dirinya sangat senang pemerintah perhatian kepadanya,  Nurdin diobati sampai sembuh secara gratis dan diberikan peluang usaha untuk membuat jaket kulit oleh Bupati Garut.

"Seneng banget saya mba rumah dibangun secara sehat terus juga TB saya sembuh total dan saya diberikan pekerjaan membuat jaket kulit," kata Nurdin. 

Nurdin yang memiliki rumah 2X6 meter persegi dibangun dengan pencahayaan matahari yang cukup dan diyakini Yahintara dapat berdiri kokoh hingga 15 tahun kedepan. 

Yahintara membangun rutilahu Nurdin dengan menghabiskan biaya Rp24 juta dengan 3 kamar tidur dilantai dua dan tiga,  1 kamar mandi, 1 dapur dan 1 ruang tamu.

Baca juga : Kenali Gejala Tb dan Pencegahannya

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00