• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Info Publik

Kenali Gejala TB dan Pencegahannya

29 January
06:05 2020
0 Votes (0)

KBRN, Jakarta: Tuberkulosis (TB) yang juga dikenal dengan singkatan TBC, adalah penyakit menular paru-paru yang disebabkan oleh bakteri basil Mycobacterium tuberculosis.

Penyakit ini ditularkan dari penderita TB aktif yang batuk dan mengeluarkan titik-titik kecil air liur dan terinhalasi oleh orang sehat yang tidak memiliki kekebalan tubuh terhadap penyakit tersebut.

TB termasuk dalam 10 besar penyakit yang menyebabkan kematian di dunia. Data WHO menunjukkan bahwa pada tahun 2018, Indonesia termasuk dalam tiga besar negara dengan kasus TB terbanyak setelah India dan China. Di wilayah Indonesia, salah satu Kabupaten di Jawa Barat yang paling banyak terkena virus TB adalah Garut. 

Menanggapi hal itu Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kabupaten Garut dr Maskut Farid mengajak warga Garut agar terus mewaspadai dahsyatnya penularan kuman Mycobacterium Tuberculosis itu, apalagi ada sekitar 17 ribu orang di Garut yang terjangkit TB. 

“Ini penyakit menular, bukan penyakit turunan, tapi jangan takut, karena sekarang mudah diobati asal mau minum obat teratur sampai tuntas dengan dosis ditentukan petugas," kata Maskut kepada RRI melalui sambungan telepon, Rabu (29/1/2020).

Baca juga : Nurdin Pasien TB Sembuh yang Dibedah Rumahnya

Lebih lanjut Maskut menilai sejauh ini masih banyak masyarakat menganggap TB penyakit sepele sehingga tidak segera diobati, bahkan hingga menularkan ke orang tinggal serumah dengan pasien TB.

“Adapun mengenali seseorang itu TB adalah terdapat gejala antara lain batuk berdahak selama tiga pekan atau lebih, terutama jika dahak keluar bercampur darah. Dada nyeri dan sesak. Demam lebih dari sebulan, dan berkeringat di malam hari tanpa melakukan kegiatan. Terus juga nafsu makan berkurang, dan berat badan menurun”, kata Maskut. 

Sementara Direktur Balai Besar Kesehatan Paru Masyarakat Bandung (BBKPM) drg.Maya Marinda Montain menjelaskan seseorang dapat dikatakan sakit TB setelah dilakukan pemeriksaan dahak, kuman di dalam dahak diperiksa dengan mikroskop. Karena kuman sangat kecil, kuman TBC dapat menyerang hampir semua bagian tubuh, terutama paru-paru.

"Jika pengobatan tak teratur maka pasien TB biasa terancam terkena TB kebal obat atau MDR TB (Multi Drug Resistance TB-red), dan akan menularkan ke orang lain jenis TB MDR juga," kata Maya. 

Meskipun biaya pengobatan MDR TB yang berkisar hampir Rp200 juta untuk satu orang pasien, kata Maya khusus pemilik kartu BPJS akan digratiskan seluruhnya. 

"Tetap gratis dan kami berharap jika ada satu keluarga yang terjangkit TB maka segeralah berobat secara tuntas karena pasien TB tak diobati dalam lima tahun 50% bisa meninggal, 25% sembuh sendiri, dengan daya tahan tubuh tinggi, 25% menjadi kronis dan tetap menularkan ke orang lain," tutur Maya. 

Diketahui setiap satu penderita TB dalam setahun dipastikan menulari 10-15 orang terdekatnya, karena itu setiap masyarakat harus berupaya mencegah penularan TBC

Sedangkan bagi masyarakat yang tak ingin tertular TB dapat melakukan berbagai upaya pencegahan, seperti mengobati orang yang sakit TB dan minum OAT ( Obat Anti Tuberculosis ) secara lengkap dan teratur sampai sembuh.

Untuk pasien TB harus menutup mulutnya sewaktu bersin dan batuk.Tidak membuang dahak di sebarang tempat.  Menjalankan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat seperti berolahraga yang cukup, memiliki rumah yang ventilasinya baik untuk sinar matahari masuk ke dalam rumah, tidak merokok dan tidak minun alkohol.

Baca juga: Kasus TB di Garut Cukup Tinggi, Rutilahu Penyebabnya

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00