• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Nasional

660 WNI Ingin Pulang ke Indonesia, Deputi Penindakan BNPT : Tunggu Hasil Rapat

28 January
22:22 2020
0 Votes (0)

KBRN, Jakarta : Direktur Penindakan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Brigjen Pol Torik Triyono angkat bicara terkait rencana pemerintah dalam memulangkan 660 Warga Negara Indonesia (WNI) ke Indonesia.

Sebab, Menko Polhukam, Mahfud MD mengatakan masih belum ada solusi hingga saat ini, walaupun ratusan WNI yang terpapar radikalisme lintas batas negara itu pengin kembali ke Indonesia.

“Ini lagi dibicarakan, lagi kami susun ini, alternatif alternatif, ada apa saja. Ini masih ada rapat lanjutan di Menko Polhukam. Kemarin kan, sudah rapat dua kali, ini masih ada rapat lagi minggu depan, sekalian kami diminta formulanya,” kata Torik kepada RRI.co.id saat ditemui usai acara penandatangan kinerja BNPT di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Selasa (28/1/2020).

Baca juga : Pemerintah Putar Otak Tangani 660 WNI Terpapar Radikalisme Lintas Batas

Mahfud menyatakan dalam pidato acar tersebut, bahwa 660 WNI terpapar radikalisme lintas batas itu terdapat di beberapa negara saat ini. Namun, keinginan mereka untuk kembali ke Indonesia juga menjadi pertimbangan besar negara.

Setiap orang, kata Mahfud, memiliki hak konstitusi, sekalipun mereka terpapar radikalisme lintas batas. “Karena tidak boleh seorang pun, kehilangan hak kewarganegaraannya,” kata Mahfud sat pidato pagi tadi di depan ratusan pegawai BNPT.

Torik memastikan, BNPT sedang menyusun semua rencana terkait 660 WNI di luar negeri itu. Namun, belum dapat memastikan mereka dapat dipulangkan ke Indonesia.

“Belum tahu. Tergantung keputusan hasil rapat itu,” ujar Torik.

Baca juga : Mahfud MD : Terorisme di Indonesia Selalu Dikaitkan dengan Radikalisme

Radikalisme yang selalu dikaitkan dengan terorisme, seperti dikatakan Mahfud, juga telah dijelaskan secara gamblang. Walaupun, selama ini tudingan radikalisme banyak dilayangkan kepada Umat Islam.

Bahkan, Mahfud menyatakan, seorang tokoh bangsa seperti Bung Karno pun juga memiliki paham radikalisme. Bung Karno, kata Mahfud, memiliki pemikiran radikal dalam mengusir penjajah tanpa kompromi.

Saat ditanyai tudingan radikalisme terhadap Agama Islam, Torik juga mengakui hal senada seperti Mahfud.

“Banyak. Ya, kan di agama lain juga ada terorisme. Di luar negeri banyak, kebetulan di Indonesia, yang ada terorisnya, Agama Islam. Tapi di negara lain kan, banyak terorisme,” katanya.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00