• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Nasional

Indonesia Ketua Forum Inisiatif Kebijakan Luar Negeri dan Kesehatan Global (FPGH) 2020

28 January
18:49 2020
0 Votes (0)

KBRN, Jakarta : Indonesia resmi menjadi ketua forum inisiatif Kebijakan Luar Negeri dan Kesehatan Global (FPGH) bagi periode 2020.

Peluncuran Keketuaan Indonesia dalam FPGH itu berlangsung Selasa (28/1/2020), oleh Menteri Luar Negeri RI, Retno Marsudi yang turut dihadiri oleh para perwakilan negara-negara anggota di Jakarta.

Menlu Retno Marsudi mengatakan, dalam Keketuannya di FPGH secara khusus Indonesia mengusung tema “Kesehatan Global yang Terjangkau untuk Semua”, yang merujuk pada kondisi kesehatan masyarakat dunia khususnya anak-anak dan perempuan yang masih lemah secara global.

“Sekitar 6,6 juta anak-anak dibawah usia 5 tahun meninggal setiap tahunnya, disebabkan lemahnya sistem kesehatan. Sekitar 800 perempuan meninggal setiap harinya yang disebabkan komplikasi dalam kehamilan dan dalam proses persalinan. Serta, banyak masalah lainnya yang timbul disebabkan karena kurangnya akses terhadap perawatan yang tidak memadai dan pelayanan kesehatan. Inilah mengapa menyediakan pelayananan kesehatan bagi semua menjadi lebih krusial dalam memastikan kualitas yang baik dari pelayanan kesehatan itu sendiri dengan akses kualitas obat-obatan yang esensial, vaksin, layanan fasilitas serta pelayanan medis tentunya,” ungkap Retno Marsudi ketika meluncurkan Keketuaan Indonesia dalam FPGH, Selasa (28/1/2020) di kementerian Luar Negeri RI, Jakarta.

Retno menambahkan, kasus penyebaran virus Corona dari Tiongkok dan menyebar ke sejumlah negara, menjadi bukti bahwa tidak ada satu negarapun yang kebal akan kejadian luar biasa tersebut. “Lebih dari 2.700 orang telah terinfeksi dan 80 lainnya meninggal disebabkan 2019-nCoV. Kejadian luar biasa itu telah menyebar dan kasusnya terjadi dalam jumlah besar pada sejumlah negara dengan masih belum diketahui dengan pasti bagaimana virus itu berasal. Kejadian 2019-nCoV mengingatkan kita bahwa setiap negara harus siap untuk tepat waktu mendeteksi dan mengatur dari mana virus itu berasal,” tegas Retno.

Disisi lain Retno menilai, keberadaan FPGH juga memerlukan peran politik luar negeri dalam menyikapi masalah kesehatan yang timbul pada negara-negara anggota dan pada tangkat global, contohnya pada kejadian luar biasa virus Corona. “Di sinilah masalah politik luar negeri dapat berfungsi dalam artian dengan menjalankan politik luar negeri, kita bisa menggerakkan kesatuan di antara negara-negaraa, kawasan, bahkan dunia, untuk merespons hal yang sifatnya darurat saat ini. Tentunya di dalam organisasi internasional ada badan yang bertanggungjawab, yaitu WHO, tapi di dalam komunikasinya maka peran kementerian luar negeri sangat tidak sedikit,” terang Retno lagi.

Direkut Jenderal Multilateral Kementerian Luar Negeri RI, Febrian Ruddyard menyatakan, pemilihan tema “Kesehatan Global yang Terjangkau untuk Semua” dalam Keketuaan Indonesia di FPGH, difokuskan pada penyediaan sistem jaminan kesehatan oleh negara dan upaya mendukung pencapaian Tujuan-tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDG’s). “Pertama, terkait kohesi sosial. Bagaimana negara bisa menyediakan sistem jaminan kesehatan. Karena, masalah kesehatan sekarang menjadi masalah utama yang ternyata tidak sekadar, yang affordable (terjangkau) ya, yg tidak affordable banyak. Karena, affordable ini jadi utama kita harapkan kita belajar dari negara lain sama anggota forum maupun anggota forum juga bisa belajar dari hal-hal yang dilakukan di Indonesia. Kedua, ini terkait SDG’s sebetulnya. Bagaimana perkembangan pertumbuhan sosial dan pertumbuhan ekonomi bisa sustainable (berkelanjutan) dengan penyediaan affordable healthcare for all. Jadi itu intinya,” paparnya.

Menurut Febrian, keberhasilan Indonesia dalam menyediakan pelayanan kesehatan dan sosial melalui Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS), secara khusus dijadikan Indonesia pada Keketuaannya itu sebagai hal yang dapat dicontoh oleh negara anggota lainnya untuk memastikan pemberian pelayanan kesehatan di masyarakat berlangsung baik. “Kita akan adakan pertemuan BPJS antara negara-negara anggota. Artinya kita boleh saling belajar sistem BPJS mereka. Kita juga pertemukan badan POM, pengawasan makanan dari berbagai negara. Karena, masalah kesehatan bukan sekadar penanganan sakit tapi preventifnya. Kita memastikan standar makanan, obat-obatan yang tinggi. Ini yang ingin kita nantinya, akhirnya kita akan coba gol kan resolusi dalam sidang umum PBB ke – 75 foreign policy mengenai health coverage,” jelasnya.

Sementara, selama menjadi Ketua FPGH tahun 2020 Indonesia memfokuskan pada lima hal. Diantaranya, mendorong pentingnya pelayanan kesehatan yang terjangkau untuk memastikan pembangunan yang berkelanjutan, memeriksa dan menavigasi berbagai peluang dan tantangangan dalam mendorong pelayanan kesehatan yang terjangkau sebagai faktor kunci dalam memastikan pemerintahan yang universal, memastikan setiap negara untuk memanfaatkan sepenuhnya terhadap flesibilitas perdagangan yang terhubung dengan aspek Hak Kekayaan Intelektual (TRIP) dan untuk memastikan akses universal terhadap obat-obatan dan vaksin, memastikan inklusifitas kesehatan sebagai prioritas dalam masalah perdagangan dan implementasi dari prinsip Deklarasi Doha, serta menguatkan lebih lanjut peraturan forum FPGH dan mendorong pelayanan kesehatan yang terjangkau. (Foto:Dok.Kemenlu RI)

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00